Showing posts with label chinese. Show all posts
Showing posts with label chinese. Show all posts

18.1.14

Tradisi Pernikahan Adat Masyarakat Tionghoa

  No comments    
categories: ,
   


 Pada era modern ini, sebagian besar dari masyarakat Tionghoa masih melestarikan beberapa tradisi dan budaya mereka. Tradisi dan budaya tersebut secara turun-menurun diwariskan dari leluhur mereka. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba membahas salah satu tradisi masyarakat Tionghoa yang masih dilestarikan sampai saat ini, yaitu adat pernikahan masyarakat Tionghoa.

     Pada dasarnya, disetiap tradisi pernikahan memiliki tahapan-tahapan pernikahan secara adat yang hampir sama. Misalnya saja, ada acara lamaran, seserahan, pesta bujang, resepsi pernikahan dan lain sebagainya. Begitu juga dengan adat pernikahan masyarakat Tionghoa. Namun, ada yang berbeda dari adat pernikahan masyarakat Tionghoa ini seperti isi dalam seserahan (sangjit) yang biasa dilakukan setelah acara lamaran. Dalam penenutuan jumlah baki seserahan biasanya ditentukan pada saat malam lamaran, jumlah baki dalam tradisi Tionghoa ini biasanya berjumlah 6/8. Sangjit ini disediakan oleh kedua mempelai pengantin, sangjit yang disediakan oleh mempelai wanita bersifat sangjit balasan dari sangjit mempelai pria. Isi baki sangjit mempelai pria tersebut antara lain:
  • Baki 1 : Uang, yang terdiri dari uang sangjit (uang pernikahan) dan uang susu (uang untuk menggantikan jasa ibu yang membesarkan anaknya). Sepasang lilin merah dan perhiasan.
  • Baki 2 : Pakaian dan perlengkapan
  • Baki 3 : Pakaian, sepatu dan perlengkapan lainnya untuk mempelai wanita
  • Baki 4 : Kue-kue
  • Baki 5 : Gula-gula dan manisan
  • Baki 6 : Buah-buahan
  • Baki 7 : Makanan belum jadi
  • Baki 8 : Anggur dan arak
Baki balasan yang disiapkan oleh mempelai wanita tidak jauh berbeda dengan isi baki sangjit mempelai pria, seperti:
  • Baki 1 : Uang, yang terdiri dari uang sangjit (uang pernikahan, boleh tidak diterima atau hanya diterima setengahnya) dan uang susu (uang untuk menggantikan jasa ibu yang membesarkan anaknya) dan sepasang lilin merah.
  • Baki 2 : Sprei dan perlengkapan kamar pengantin
  • Baki 3 : Pakaian, sepatu dan perlengkapan lainnya untuk mempelai pria
  • Baki 4 : Kue-kue
  • Baki 5 : Gula-gula dan manisan
  • Baki 6 : Buah-buahan
  • Baki 7 : Makanan matang
  • Baki 8 : Anggur dan arak
     Setelah acara lamaran dan seserahan, kemudian ada acara pesta bujang. Dalam adat pernikahan masyarakat Tionghoa acara pesta bujang ini disajikan dengan cara yang unik dan memiliki makna yang cukup mendalam. Pesta bujang ini diadakan dirumah kedua mempelai pengantin. Dirumah mempelai wanita, mempelai wanita duduk diatas tampah/ karpet bundar dan dihadapannya ada sebuah gentong (baskom sedang) yang berisi: beras, simbol agama, cermin, benang 7 warna, pedang/ pisau, pelita, gunting, timbangan dan sisir. Makna dari isi gentong tersebut adalah:
  • Beras : Kesejahteraan hidup, kemakmuran dan juga sebagai simbol seorang istri harus menyiapkan makanan untuk keluarga.
  • Simbol agama : Istri harus taat pada agama, mendidik anak menjadi sholeh dan sholehah
  • Cermin : Setiap saat intropeksi diri sendiri
  • Benang : Kewajiban memelihara pakaian
  • Pedang/ pisau : Untuk suami agar menjadi ksatria, melindungi keluarga dan juga harga diri
  • Gunting : Sebagai istri harus membantu suami memecahkan masalah
  • Pelita : Terang lahir bathin dan terhindar dari perselingkuhan
  • Timbangan : Agar hidup adil
  • Sisir : Agar kehidupan dalam keluarga menjadi rapi
Kalau ada saudara yang lebih tua belum menikah biasanya kedua mempelai pengantin akan meminta izin terlebih dahulu dengan memberikan pakaian dan juga gunting. Gunting yang diberikan bermaksud untuk menggunting pita yang terlebih dahulu disiapkan didepan pintu kamar sang kakak agar dimudahkan jodohnya. Disaat yang bersamaan dirumah mempelai pria, dilaksanakan juga acara pasang sprei dikamar pengantin yang biasanya dilakukannya oleh ibu-ibu yang memiliki kehidupan keluarga yang suskes. Kemudian, disuruh pula sepasang anak kecil, laki-laki dan perempuan yang berumur sekitar 2-5 tahun untuk melompat-lompat diatas tempat tidur pengantin, hal ini bermakna agar kedua mempelai cepat mendapat momongan.

     Dalam pelaksanaan acara pernikahan, dilaksanankan juga upacara minum teh saat mempelai pria beserta kerabatnya ingin menjemput mempelai wanita dikediaman mempelai wanita. Pada saat upacara minum teh ini awalnya mempelai pria datang dengan dipayungi payung berwarna merah, kemudian pihak keluarga mempelai wanita menyambut mempelai pria. Mempelai pria memberikan hormat terlebih dahulu kepada pihak keluarga mempelai wanita dalam kesempatan ini  disetiap penghormatan diberikan angpao bisa berupa uang maupun emas dan permata, kemudian mempelai wanita datang dengan membawa nampan dan mempelai pria menyuguhkan teh.

     Setelah upacara minum teh dikediaman mempelai wanita, dilaksanakan juga upacara minum teh dikediaman mempelai pria. Kedua mempelai dipayungi payung merah sampai dikediaman mempelai pria, kemudian pihak keluarga mempelai pria menyambut kedua mempelai dengan menyawer dengan uang yang sudah dicampur dengan beras yang berwarna kuning, hal ini bertujuan untuk agar kehidupan pernikahan kedua mempelai diberikan rizki yang berlimpah. Kemudian mempelai pria membawa nampan dan mempelai wanita yang menyuguhkan teh.

     Dalam tradisi ini acara resepsi tidak diadakan dirumah mempelai wanita, melainkan dirumah mempelai pria ataupun gedung. Setelah acara pernikahan selesai, ada tradisi yang lebih unik lagi. Kedua mempelai pengantin bersama dengan teman dan sahabat pergi kekamar pengantin, kemudian untuk "mengusir" teman dan sahabat tersebut kedua mempelai memberikan mereka angpao. ^^

2.1.14

Keluarga dalam Masyarakat China

  No comments    
categories: , ,


Cerita China dan sejarah China pada zaman dinasti kaya akan sumber informasi tentang keluarga pada masyarakat China yang pada saat itu terdapat perbedaan antara kelas atas dan kelas menengah dalam masyarakat China. Pada zaman feudal terdapat perbedaan status antara keluarga kerajaan, tokoh terkemuka, dan masyarakat biasa (para petani). Akan tetapi setelah ajaran Konfusius berkembang, perbedaan status dalam masyarakat ini pun berubah.

                                   --------------

Sesuai dengan konsep masyarakat China, istilah keluarga atau unit keluarga dapat terjadi karena hubungan darah, perkawinan, serta untuk medapatkan harta kekayaan. Didalam keluarga terdiri dari orang tua dan anak, saudara dan kerabat dekat yang masih satu marga (sanak famili). Keluarga, sanak famili, dan marga adalah tiga lingkaran konsentris dalam keluarga. Ada tiga tipe variasi dalam keluarga yang dapat dibedakan yaitu:

Á   Keluarga dari hubungan perkawinan, dapat juga disebut keluarga dari hubungan biologis, alami, dan keluarga kecil, yang terdiri dari, suami, istri, dan anak. Selain itu contoh yang termasuk dalam keluarga ini adalah paman, bibi, keponakan, kakak atau abang yang belum menikah.

Á      Keluarga pokok atau keluarga inti, yang terdiri dari suami, istri, anak yang tidak menikah, dan seorang anak laki-laki yang menikah dengan istri dan anak. Ketika hanya seorang dari salah satu orang tua yang masih hidup maka ia akan tinggal dengan anak laki-laki yang tidak mempunyai anak.

Á      Gabungan keluarga atau yang disebut juga keluarga besar, terdiri dari orang tua, anak yang belum menikah,anak laki-laki yang sudah menikah (lebih dari satu), istri dan anak. Terkadang tipe dari keluarga ini mencapai empat sampai lima generasi. Kepala keluarga dalam keluarga tipe ini adalah ayah dari anak laki-laki yang sudah menikah.

Keluarga pokok atau keluarga inti dapat digambarkan sebagai sebuah pembesaran keluarga (memperbanyak keluarga) atau mengurangi jumlah keluarga besar. Dalam masyarakat China jarang sekali keluarga inti untuk mengurangi jumlah keluarga besar, melainkan untuk memperbanyak jumlah keluarga.

Saat berakhirnya zaman feodalisme Dinasti Chin memaksa para petani untuk hidup dalam keluarga dari hubungan perkawinan. Langkah ini digunakan pemerintahan Dinasti Chin untuk melemahkan pengaruh keluarga bangsawan dalam masa Dinasti yang baru. Saat ajaran Konfusius berkembang pada zaman feodalisme ke birokratis, ajaran ini tidak terlalu membahas tentang keluarga besar melainkan cara untuk menjalin hubungan baik antar sesama, misalnya hubungan antara ayah dan anak laki-laki, suami dan istri, kakak dan adik.

Selain itu pada zaman Dinasti Han setiap rumah tangga dikenakan wajib pajak. Wajib pajak ini meliputi seluruh keluarga dalam masyarakat China, bayi tidak termasuk dalam hitungan pajak dan biasanya dalam setiap keluarga tidak melebihi enam sampai delapan orang. Ini adalah ukuran rata-rata dari setiap satu keluarga dari hubungan perkawinan atau keluarga inti.


14.5.13

unforgiving letter

  No comments    
categories: ,


陈老师:
          您好!老师最近还好吗?
      陈老师,您好吗?我很希望过得很好。我们已经四年没见面,就跟老师好想聊天儿。老师知道吗?为了更了解中国,我在福建师范大学选中文系学习。在学习汉语上,我学习了中国的文化、历史、文学、古典舞蹈、和太极拳。中国的历史和文化真的很长时间开始,这样的话怪不得人们说中国是最古老的文明。我其实很喜欢中国的文学。我觉得文学作品的语言都是语言的精华,它能给人美的享受。
          我在这儿有很多中国朋友,他们都对我那么热情。如果,我有不懂的课,他们都可以帮我学习。我和中国朋友去过了长城。登上长城一看,山峰一座连着一座,长城就建筑在这些高山上,非常雄伟壮观。但是长城有一万多里长,我们真的了不起。我们也去过了天安门广场,这游览了故宫和颐和园。那里的宫殿,都很有中国古代建筑的特色。我觉得亲眼看到中国各方面的情况,更增加了我学习汉语的兴趣。
我想毕业以后,当中文的老师。为什么呢?因为我要对人们教中国的文化、历史、文学、汉语、等。所以,虽然有人不可以去中国,但是他 可以学习中国的文化、历史、文学、汉语、等 。在大学的过程中,我找不到那样陈老师一样,真的想跟您见面。这个星期五我的大学要举办毕业典礼,我很希望陈老师可以来。
祝您身体健康,万事如意。

24.4.13

我和汉语

  1 comment    
categories: ,
印度尼西亚和中国之间的友谊已经有很悠久的历史了,在两国的合作交流中,汉语就像桥梁一样,发挥了非常重要的作用。因此,无论是在政治、经济,还是在教育、文化等方面,印尼都需要大量会说汉语的年轻人。
其实从一开始,我也不知道自己为什么会喜欢汉语,要学习汉语。我刚开始学习汉语的时候,就发觉汉语不是很容易学会的,它的语法结构,还有它的汉字都很难。但是奇怪的是,汉语越难,我越觉得它有意思,我 越学越喜欢汉语这门语言。而且,我觉得自己很幸运,能够成为阿拉扎大学中文系的学生,为什么这么说呢?因为阿拉扎大学除了有很多帮助我学习汉语的老师外, 去年还成立了孔子学院。我想通过孔子学院,阿拉扎大学与中国的大学可以进行更多的交流和合作,印尼和中国的关系也会越来越和谐。
正因为有了孔子学院,我 可以用汉语和中国老师说话,还能进一步学习中国文化,这无形中更增加了我学习汉语的兴趣。通过孔子学院开设的语言文化课,我学习了中国的古诗,比如李白的 《赠汪伦》、王维的《九月九日忆山东兄弟》等;我还学习了中国的民歌和中国的古典舞蹈,还有太极拳。中国的太极拳就像古典舞蹈一样,动作缓慢优美,而且有 益健康。
在学习汉语和中国文化的过程中,我仿佛在学习自己民族的文化,仿佛回到了我早已离开的故乡。不管汉语有多难,学习有多累,我是越学越有精神,越学越觉得有意思。
学习汉语、学习中国文化成了我生命的一部分,我和汉语结下了不解之缘,这或许就是天意吧。

27.3.13

Kedudukan Wanita dalam Kehidupan Masyarakat China (part3)

  1 comment    
categories: ,



        Wanita China Masa Kini.

            Setelah kematian Mao kepemimpinan baru mulai mengambil alih dan beberapa dunia lama mulai diperkenalkan kembali kedalam budaya China. Setelah negara China membuka pintunya untuk dunia barat, kenyamanan modern mulai muncul dari waktu ke waktu, hal ini memudahkan para wanita China untuk membuat hidup mereka lebih mudah dan mendapatkan pendidikan serta pekerjaan yang layak dalam hidup masyarakat. Dalam penyeledikan ekstensif antara karyawan wanita di Shanghai (1940), terungkap sebuah pernyataan bahwa,"keluhan atas upah yang tidak memadai sangat langka, tapi keluhan ketidaknyamanan mental dan emosional, sangat umum terjadi", penjelasan ini menyatakan bahwa penderitaan yang terjadi dalam kehidupan wanita China zaman dulu seperti, kawin paksa, tirani ibu mertua, dijual keperbudakan oleh orang tua, kelaparan, jauh lebih menyiksa daripada kehidupan wanita pekerja pada saat ini.

            Perubahan sosial yang dibawa oleh revolusi, perang dan pergolakan tidak menghilangkan banyak kerakteristik Konfusianisme yang terjadi dalam masyarakat, hal ini memperlambat penyetaraan gender antara wanita dan laki-laki. Bagaimanapun juga sosial dan politik kemandirian ekonomi wanita di China telah mengalami proses perubahan yang panjang. Dalam studi penelitian tentang penyerataan gender yang dilakukan pada tahun 2006 82,4% wanita mengatakan “yakin tentang kemampuan mereka”. Sebagian besar reaksi dari wanita China ini membuktikan bahwa wanita China siap untuk menghadapi perjuangan untuk penyetaraan gender dan menghadapi era globalisasi saat ini.

            Pada masa kini wanita menikmati status hukum yang sama dengan laki-laki, sekarang sistem hukum yang komprehensif telah ada untuk melindungi hak dan kepentingan wanita, dan mempromosikan kesetaraan seksual. Konstitusi dari Republik Rakyat China dengan jelas menyatakan “wanita menikmati hak yang sama dengan laki-laki dalam semua bidang kehidupan, politik, ekonomi, budaya dan sosial, termasuk kehidupan keluarga. Negara melindungi hak dan kepentingan wanita, menerapkan prinsip upah yang sama untuk pekerjaan yang sama untuk laki-laki dan wanita. Melarang Penganiayaan anak-anak perempuan oleh orang tua mereka (foot binding , dijual keperbudakan dsb)”. Undang-undang Republik Rakyat China tentang Perlindungan Hak dan Kepentingan Wanita diumumkan pada tahun 1992, hal ini membuat peningkatan terus menerus terhadap populasi pekerja wanita di China.

            Perubahan yang baru ada dalam  peratuan pemerintahan Republik Rakyat China ini telah membawa perkembangan yang pesat bagi status wanita China dalam masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan teknologi, budaya, olahraga, dan kesehatan masyarakat. Hal ini tidak mengurangi adanya kemiskinan  dalam keluarga China bahkan tidak sedikit dari wanita yang telah menikah berperan ganda dengan menjadi ibu dan pekerja demi membantu suami dalam perekonomian keluarga.


            Kesimpulan

               
        Pada kenyataannya wanita China juga ikut berperan dalam proses revolusi keluarga dan negara China, hal ini bahkan sudah ada sejak zaman sejarah China, hanya saja tidak didokumetasikan secara lengkap. Wanita China selalu dianggap kurang berkontribusi dalam perkembangan masyarakat dan negara China, dikarenakan laki-laki memegang peranan penting dalam kedudukan keluarga, masyarakat dan negara. Hal yang selama ini selalu digambarkan adalah tentang kekurangan dan kelemahan wanita saja, tanpa disadari wanita juga memiliki peranan penting dalam pembentukkan sejarah dan revolusi di China.

      Hingga pada saat Republik Rakyat China menghapuskan sistem feodal yaitu mengikat perempuan dalam perbudakan dengan membuat penyerataan hak yang sama dengan laki-laki dalam bidang politik, ekonomi, sosial, pendidikan dan budaya, membuat wanita China bebas memilih dan mengambil suatu keputusan yang penting dalam hidupnya. Wanita China membuktikan bahwa mereka juga dapat berkontribusi dengan baik demi perkembangan bangsa dan negara China, melalui organisasi atau asosiasi aktif dalam masyarakat, perkembangan ekonomi dan politik.



26.3.13

Mengenal Sanjiao dan Pemujaan Leluhur

  No comments    
categories: 

San jiao

Pada dasarnya sudut pandang dalam ajaran orang china selalu mengembalikan hakikat keharmonisan antara kehidupan dilangit (alam gaib) dan kehidupan dibumi (alam dunia nyata). Dalam kehidupan masyarakat China terdapat tiga ajaran yang mereka yang mereka anut yaitu konfusianisme, taoisme, budhisme. Ketiga ajaran ini saling menyatu dalam kehidupan merekan dan dikenal dengan san jiao (tiga ajaran). Dalam kehidupannya, orang china memang sangat toleran terhadap soal-soal agama, setiap agama dianggap sangat baik dan bermanfaat, begitu pula dengan ajaran konfusianisme, taoisme, budha yang mempunyai banyak kesamaan  pandangan dan saling membutuhkan sehingga ketiga ajaran tersebut bersatu padu.

Konfusianisme adalah ajaran yang diajarkan oleh kong zi. Kunfusianisme memang dipandang sebagai agama tetapi sebenarnya kofusianisme hanya mengajarkan tentang hubungan manusia dan ketatanegaraan. Kunfusianisme atau konghuchu dapat berarti juga humanisme dengan tujan yang ingin dicapai adalah kesejahteraan manusia dalam hubungan yang harmonis dengan masyarakatnya. Secara praktis ajaran konfusius ini mengajarkan tentang: stuktur hubungan, etiket prilaku dan tata tertib. Moralitas merupakan realisasi dari rancangan manusia, tujuan manusia yang paling tinggi adalah menemukan cara untuk mempersatukan manusia dengan manusia lainnya (seluruh isi alam) agar tejalin hubungan yang harmonis. Garis besar ajaran konfusius antara lain:
·         ren (prikemanusiaan) mencintai sesama manusia, menjalin hubungan saling menghormati antar sesama.
·         yi (kelayakan) melakukan sesuatu perbuatan hendaknya dilakukan berdasarkan perbuatan yang layak dan pantas dilakukan oleh manusia.
·          dao (cara berlaku seseorang) jalan yang harus ditempuh manusia untuk mencapai kebahagian yang universal.
·          zheng ming (pembetulan nama) agar nama seseorang dengan artinya mendapat keselarasan.
·          li (etiket) kebijaksanaan yang digunakan untuk mengevaluasi apakah suatu perbuatan itu benar atau salah.
·          Xiao/hao (bakti) anak hendaknya berbakti kepada orang tuanya.
Konfusianisme atau konghuchu dianggap telah berjasa dalam mengajarkan dasar-dasar moral yang sampai sekarang masih terus diterapkan.


Daoisme merupakan ajaran yang dikemukakan oleh Lao tze. Menurut data yang ada Daoisme adalah agama yang tertua di dunia. Kitab ajaran Dao bernama kitab “Dao De Qing” yang ditulis oleh Lao tze, dalam kitab Dao De Qing memuat ajaran bahwa seharusnya manusia mengikuti geraknya (hukum alam). Dao mengajarkan prinsip untuk tidak melakukan apa-apa, mengikuti jalan, mempercayai dunia gaib, dan pencarian keabadian. Ajaran Dao diakui sebagai ajaran yang secara garis besar telah mempengaruhi cara berpikir masyarakat china.


Budhisme masuk ke china pada zaman dinasti tang, yang dibawa oleh pendeta fe hien. Pendiri agama budha adalah sidharta gautama. Budha mengajarkan untuk tidak melakukan sesuatu, percaya pada nirwana (surga), meditasi, dan pencarian keabadian. Meditasi dilakukan untuk mencari ketenangan jiwa. Budhisme mengalami perkembangan sendiri dinegara china, sehingga terlahirlah konsep reinkarnasi yaitu kepercayan roh di alam baka bahwa manusia akan terlahir kembali didunia sebagai manusia yang baru dan telah lupa akan kehidupan sebelumnya.



Ketiga ajaran ini (san jiao) bertujuan untuk mencari nilai-nilai kebajikkan dan menghindarkan manusia dari penderitaan.


Pemujaan leluhur 



Masyarakat china adalah masyarakat yang memuja leluhur, pemujaan leluhur dilakukan sebagai wujud bakti seorang anak kepada orang tuanya. Pemujaan leluhur ini telah berlangsung pada zaman kong zi, ini dikarenakkan ajaran konfusianisme yang mengutamakan bakti kepada orang tua. Pemujaan leluhur dapat dilakukan dengan sederhana dirumah yaitu dengan cara penyembahan (mendoakan) leluhur mereka yang nama-namanya diletakan diatas meja abu (tablet). Makna pemujaan leluhur itu sendiri adalah untuk menyejahterakan bagi keluarga yang ditinggalkan, mengingatkan adanya kehidupan sesudah kematian, dengan sesajian yang tercukupi untuk kebutuhan leluhur yang meninggal, dengan memohon doa untuk keluarga yang ditinggalkan agar mendapat restu dari para leluhur.

21.3.13

Kedudukan Wanita dalam Kehidupan Masyarakat China (part 2)

  1 comment    
categories: ,


Gerakkan Wanita China dalam Penyetaraan Gender.

Asal mula gerakkan wanita China dalam penyetaraan gender adalah pada saat zaman komunis dimulai. Adanya pengaruh barat dalam proses perubahan sistem pemerintahan feodal ke sistem pemerintahan republik, telah menjadi suatu landasan penting bagi wanita China dalam penyetaraan gender. Ketika Mao berkuasa, salah satu keyakinan Mao yang paling menonjol adalah untuk menilai bagaimana suatu bangsa yang adil, dengan melihat cara yang adil itu adalah untuk wanita. Melalui cara ini Mao berhasil menghilangkan perbedaan antara laki-laki dan wanita. Mulai saat itu tidak sedikit wanita China yang mulai belajar disekolah, sama-sama memegang buku merah, bahkan sampai kedalam dunia politik.

Perubahan posisi wanita China dikehidupan masyarakat dan keluarga dalam zaman sejarah dan revolusi di China telah menjadi suatu pengalaman dasar yang membangkitkan perjuangan wanita China untuk maju dalam penyetaraan gender atau emansipasi bagi wanita China. Semua wanita China baik para pekerja, petani, dan mahasiswa semua bahu membahu berjuang untuk penyetaraan gender. Mereka berjuang untuk mendapatkan hak suara dalam peranan wanita didalam masyarakat dan keluarga.

Pada masa pemerintahan Mao (1945-1976), pemerintah berhasil mengurangi jumlah wanita yang buta aksara, bahkan pada masa itu wanita China mulai diperkejakkan dalam kegiatan ekonomi dan pilitik. Dengan adanya kelompok-kelompok aktivis wanita China, telah banyak membantu bagi wanita China untuk mendapatkan kebebasan berusaha, pendidikan, dalam masyarakat China selama revolusi berlangsung. Salah satu organisasi wanita yang terkenal di China adalah Assosiation China Women Federation (ACWF).

ACWF pertama didirikan pada tanggal 3 april 1945, yang bertujuan untuk melindungi hak-hak wanita dan kepentingan wanita dalam mempromosikan penyetaraan gender antara laki-laki dan wanita. ACWF ini didirikan oleh Partai Komunis China (PKC) pada masa pemerintahan Mao, untuk memobilisasi wanita dalam pembangunan ekonomi dan reformasi sosial. Mao telah banyak membantu dalam perjuangan wanita untuk penyetaraan gender, misalnya, membantu meningkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan wanita. Tidak sedikit yang berpendapat salah satu langkah Mao dalam penyetaraan gender wanita adalah langkah untuk melwana Partai Nasionalis pada saat itu. Namun pada kenyataanya peningkatan status terus berlangsung, hingga saat ini wanita China bebas memilih pekerjaan dan karir mereka.

Meskipun telah ada emansipasi dalam status wanita China, tapi sifat diskriminasi dalam masyarakat telah membudaya dalam masyarakat China. Masih terdapat beberapa kesenjangan sosial antara laki-laki dan wanita terutama didaerah pedesaan. Dalam bidang pendidikan pun wanita China yang hidup diderah pedesaan banyak sekali halangan yang menghambat mereka untuk bersekolah, hal ini menjadi salah satu faktor yang memperlambat pemberantasan buta aksara pada wanita China oleh kebijakan Mao.

ACWF sendiri memiliki beberapa tugas dalam pelaksanaanya yaitu;

  1. Untuk menyatukan dan memobilisasi perempuan agar terlibat dalam reformasi China dan membuka program, dalam modernisasi sosialis negeri dan memajukan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial.
  2.  Untuk mendidik dan menawarkan bimbingan pada para perempuan untuk memperkuat semangat harga diri, kepercayaan diri, kemandirian dan self-perbaikan, untuk meningkatkan keterampilan teknis dan profesional dan untuk meningkatkan kompetensi mereka secara keseluruhan. 
  3. Untuk mewakili kaum perempuan dalam partisipasi dalam manajemen, pengambilan keputusan-demokratis dan pengawasan urusan negara dan masyarakat, dan dalam perumusan undang-undang, dekrit, peraturan dan kebijakan tentang perempuan dan anak, untuk mempromosikan pelaksanaan program nasional pada wanita dan anak-anak pembangunan, dan untuk melindungi hak hukum dan kepentingan mereka.
  4. Untuk memberikan layanan kepada perempuan dan anak dengan memperkuat koordinasi dengan semua sektor masyarakat dan mendesak mereka untuk bekerja demi kepentingan terbaik perempuan dan anak.
  5. Untuk mengkonsolidasikan persatuan di antara perempuan dari segala bangsa di China, untuk mengembangkan hubungan persahabatan dengan perempuan dan organisasi perempuan di Hong Kong Daerah Administratif Khusus, Daerah Administratif Khusus Macao, Taiwan dan dengan perempuan Tionghoa diluar negeri dan untuk mempromosikan penyebab besar reunifikasi China. Untuk aktif mengembangkan pertukaran ramah dengan perempuan dan organisasi-organisasi perempuan dari negara-negara lain untuk meningkatkan pemahaman yang lebih baik, persahabatan dan kerjasama, dan untuk menjaga perdamaian dunia.


Organisasi kekuasaan tertinggi ACWF adalah Kongres Nasional Perempuan Cina. Hal ini diselenggarakan setiap lima tahun sekali untuk membicarakan dan memutuskan pedoman, tugas dan isu-isu utama, kajian gerakan perempuan nasional dan mendukung laporan kerja Komite Eksekutif ACWF, mengamandemen konstitusi ACWF dan memilih Komite Eksekutif ACWF. Sampai saat ini ada beberapa organisasi wanita China yang ikut membantu misi dari ACWF yaitu;
·         Komite Nasional Asosiasi Perempuan Muda Kristen China.

Didirikan pada tahun 1923, Komite Nasional YWCAS China adalah layanan publik dalam semangat Kristus, yang bertujuan untuk mempromosikan moral, intelektual, fisik dan sosial pengembangan perempuan, memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan membawa manfaat bagi orang.


  •   Komite Perempuan Berbakat China

 Didirikan pada bulan Juni 1963, Komite Perempuan Berbakat China terdiri dari orang-orang dalam berbagai kalangan dirumah dan diluar negeri yang memiliki kemampuan melakukan penelitian akademik dan mengabdikan untuk penelitian pengembangan orang berbakat. Hal ini bertujuan untuk mempelajari masalah pada bakat perempuan, masalah perempuan tumbuh menjadi orang-orang berbakat, mempromosikan perkembangan perempuan berbakat dan memberikan peranan penuh dengan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi dan reformasi dan membuka China.


  •  Asosiasi Pengusaha Perempuan China.

Didirikan pada tahun 1985, Asosiasi Pengusaha Perempuan China memiliki 33 anggota kelompok dan lebih dari 7.000 orang anggota diseluruh provinsi, daerah otonom dan kota langsung dibawah Pemerintah Pusat, yang bertujuan untuk melayani hati dan jiwa pengusaha perempuan.


  •  Assosiasi Ilmuwan Perempuan China

Didirikan pada tahun 1985, Asosiasi Ilmuwan Perempuan China memiliki 2.000 anggota, bertujuan untuk meningkatkan pertukaran akademis dan mempromosikan saling pengertian dan hubungan bersahabat di antara para ulama wanita berbagai kalangan dalam dan luar negeri.


  •   Asosiasi Geologi Perempuan China.

Didirikan pada bulan Maret 1990, fungsi utama dari Asosiasi Geologi Perempuan China adalah untuk menyediakan ahli geologi perempuan dan ilmuwan dengan lebih banyak kemungkinan ilmiah dan pertukaran teknologi dan kerjasama dan untuk mempublikasikan peran perempuan di bidang geologi.


  •   Komite Federasi Pekerja Perempuan China-Serikat Buru.

Didirikan pada tanggal 5 Februari 1991, Buruh Perempuan Komite Federasi All China-Serikat Buruh adalah organisasi demokratis dan representatif bagi tenaga kerja wanita. Fungsi utama organisai ini untuk melindungi hak hukum perempuan pekerja dan minat khusus dan melakukan pekerjaan yang berbeda sesuai dengan karakteristik perempuan pekerja dan kehendak.


  • Assosiasi Walikota Perempuan

Didirikan pada bulan Maret 1991, Assosiasi Walikota Perempuan melalui berbagai kegiatan, mempelajari masalah umum yang terjadi pada walikota perempuan, mempublikasikan perempuan prestasi walikota dan membangun citra baik walikota perempuan, sehingga dapat meningkatkan kualitas walikota wanita secara keseluruhan dan mempromosikan pembangunan perkotaan.



  • Komite Perempuan Masyarakat untuk Kemajuan Daerah Base Revolusioner.

Didirikan pada tanggal 22 Maret 1991, Komite Perempuan Masyarakat untuk Kemajuan yang wilayah Revolusioner Base adalah departemen fungsional untuk bekerja pada perempuan didaerah basis revolusioner, yang bertujuan untuk melayani masyarakat di daerah basis revolusioner disegi material dan bangunan moral.


  • Assosiasi Pekerja Ilmiah dan Teknologi Perempuan China.

Didirikan pada tanggal 30 September 1993, Assosiasi Pekerja Ilmiah dan Teknologi Perempuan China adalah kelompok nirlaba yang diselenggarakan secara sukarela oleh perempuan dalam bidang ilmuan dan teknologi, serta perempuan yang peduli untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini bertujuan untuk mendorong dan mendukung pekerja wanita ilmiah dan teknologi untuk merawat dan berpartisipasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, ekonomi, politik dan masyarakat, bersatu perempuan pekerja ilmiah dan teknologi bersama-sama, memberikan bermain penuh untuk kemampuan mereka, dan meningkatkan kualitas mereka secara keseluruhan.


  • Assosiasi Pariwisata Perempuan China.

Didirikan pada tanggal 20 Januari, 1994, Assosiasi Pariwisata Perempuan China adalah sebagai asosiasi nasional bagi perempuan dalam industri pariwisata. Hal ini terdiri dari anggota mengelola perempuan dalam depatemen pariwisata dan departemen yang berhubungan dengan industri pariwisata, serta ahli perempuan dan sarjana yang melakukan penelitian tentang pariwisata.


  •  Assosiasi Perempuan Perencanaan Kota China.

Didirikan pada tanggal 8 Maret 1994, fungsi utama Assosiasi ini adalah untuk meningkatkan pertukaran akademis, mempromosikan teknologi maju, meningkatkan kemampuan profesional dalam perencana kota, mencerminkan pandangan dan saran.


  •  Asosiasi Hakim Perempuan China

Didirikan pada tanggal 7 Mei 1994, Asosiasi Hakim Perempun China  memiliki 29 anggota kelompok dan 17.528 individu anggota. Hal ini bertujuan untuk menyatukan hakim perempuan di China untuk belajar intensif tentang hukum, memperbesar pengetahuan, meningkatkan kualitas dan status hakim perempuan, mencerminkan suara hakim perempuan dan melindungi hak-hak dan kepentingan mereka yang sah. Hal ini juga mempublikasikan hukum dan menyediakan orang dengan layanan konseling pada hukum.


  • Asosiasi Procurators Perempuan China.

Didirikan pada tanggal 17 Nopember 1994, Asosiasi Procurators Perempuan China bertujuan untuk melakukan penelitian pada teori profesional dan isu praktek, meningkatkan kualitas belajar, memfasilitasi pertukaran pengalaman perempuan procurators dalam melaksanakan hukum, dan meningkatkan kualitas mereka sendiri. Ini memiliki 26.000 anggota saat ini.


  •    Asosiasi Fotografer Perempuan China.

Didirikan pada tanggal 18 April 1995, Asosiasi Fotografer Perempuan China adalah akademis kelompok massa terdiri dari fotografer profesional dan amatir perempuan. Hal utama memegang kegiatan pameran bagi para fotografer perempuan, penelitian akademik, profesional pelatihan dan pelayanan konseling, serta meningkatkan pertukaran dikalangan fotografer wanita
dari kedua rumah dan negara-negara lain. saat ini memiliki 243 anggota.


  •  Assosiasi Pengusaha Perempuan China.

Didirikan pada tanggal 25 Mei 1995, Asosiasi ini adalah asosiasi keanggotaan pengusaha perempuan seluruh China dalam bidang Industri dan Perdagangan. Anggotanya adalah seluruh wanita seperti presiden, manajer, direksi pabrik dan karyawan senior direkomendasikan oleh federasi lokal industri dan perdagangan. Saat ini memiliki 200 anggota.


  •  Assosiasi Dokter Wanita China.

Didirikan pada tanggal 6 Juli 1995, Assosiasi ini bertujuan untuk menyatukan perempuan pekerja medis untuk mengabdikan diri dalam program modernisasi, meningkatkan penelitian akademik obat-obatan, memperkuat saling pengertian, pertukaran dan kerjasama di antara perempuan kesehatan pekerja.