Suatu ketika
ditengah masa santai ku, sambil menghabiskan sarapan pagi, aku menonton acara
TV yang kebetulan waktu itu meliput aktivitas anak kecil. Untunglah anak
tersebut adalah anak dari seorang Public Figure
sehingga iya tidak canggung lagi berhadapan dengan beberapa kamera wartawan yg
meliputnya. Anak tersebut dengan percaya dirinya menyanyi diatas panggung
sambil menari tarian ala goyang pinggul yang ia ciptakan sendiri. Mungkin tidak
semua anak mendapat keberanian yang sama dengan anak tersebut, menyanyi dan
menari tanpa canggungnya didepan beberapa kamera wartawan.
“punya bakat seni, seperti orang tuanya” gumamku dalam hati.
Tapi ada
pemandangan yang berbeda. Anak sekecil itu menyanyikan lagu-lagu orang dewasa
yang entah bagaimana ia bisa menghafal lirik tersebut. Bisa dipastikan ia tidak
memahami isi dari lirik lagu yang ia nyanyikan. Suatu hal yang berbeda dengan
beberapa tahun kebelakang, tepatnya masa kecilku era tahun 90an. Masa-masa itu
banyak sekali pencipta lagu anak-anak dan juga artis cilik. Yah, kita sebut
saja beberapa diantara pencipta lagu anak yang popular dimasa itu, seperti; At
Mahmud, Ibu Sud dan Pak Kasur. Yang menarik adalah mereka menciptakan lagu anak
dengan lirik yang sederhana didengar tetapi, memiliki makna dan filosofi yang
mendalam mengenai kehidupan sehari-hari dan juga Indonesia.
Tidak banyak
yang menyadari bahwa amat bermaknanya lirik dari lagu anak karya beliau yang
telah dikemas dengan sedemikian rupa tersebut. Sebuah pemandangan yang berbeda dimasa saat ini dimana kita semua bisa dikatakan kehilangan pencipta lagu anak. Ada baik kalau lagu-lagu anak terdahulu kembali dikemas dalam bentuk modern sehingga lagu yang bertemakan "Bermain sambil Belajar" ini dapat dinyanyikan kembali oleh anak-anak masa kini.
Apa ada yang tidak sependapat dengan saya? Mari kita
sama-sama mendengar beberapa lagu karya beliau………..
Pak Nelayan
Tak kan ada ikan gurih di meja makan
Tanpa ada jerih payah nelayan
Daging ikan sumber gizi bermutu tinggi
Diperlukan semua manusia
Tiap malam mengembara di lautan
Ombak badai menghadang dan menerjang
Pak Nelayan tak gentar dalam dharmanya
Demi kita yang membutuhkan pangan
Peramah dan Sopan - Pak Dal
l
Pergi Belajar - Ibu Sud
Pemandangan - At Mahmud
Sekuntum Mawar - At Mahmud
Sembari menulis Blog ini saya teringat dengan satu buah lagu anak yang sangat epic untuk didengar......
cerita
ini berawal dari seorang dara manis yang memulai petualangan hidupnya. Beberapa
bulan setelah ia mendapatkan gelar sarjana sastra, Kachi begitu sapaan dara
manis ini, ia memulai tahapan baru dalam hidupnya didunia karir. Kachi sempat
diajak oleh teman dekatnya untuk melamar pekerjaan sebagai pegawai setempat
disalah satu instansi Negara. Ia dan sahabat baiknya itu pun memasukan surat
lamaran mereka ke instansi tersebut, akan tetapi untuk menunggu panggilan tersebut, butuh
waktu dan proses yang cukup lama. Tidak banyak pengalaman yang ia miliki, hanya
berbekal pendidikan yang ia dapat, ia pun memberanikan diri untuk mengirimkan
surat lamaran ke salah satu perusahaan BUMN yang pada saat itu sedang membuka
lowongan pekerjaan untuk penerjemah lisan. Setelah melalui beberapa tahapan
test akhirnya Kachi mendapat pekerjaan yang diharapkannya dapat meningkatkan
kemampuan bahasanya.
Suatu
hal yang baru bagi Kachi menapaki dunia karir. Banyak sekali hal-hal yang ia
tidak ketahui dan perlu proses untuk mempelajarinya, lingkungan baru, suasana
yang baru, dan hal-hal yang luar biasa yang terjadi dalam setiap hari-hari
Kachi pun dimulai. Beruntung sekali Kachi memiliki orang-orang terdekat dan
seorang kekasih yang sangat menyayanginya. Utomo kekasih Kachi, selalu mendukung
apa pun keputusan Kachi. Meskipun
terkadang selalu terjadi selisih paham antara keduanya tetapi mereka tetap
saling mendukung satu sama lain.
Kachi
pun menjalani hari-hari kerjanya di perusahaan BUMN tersebut dengan baik,
banyak hal yang telah ia pelajari, baik dari lingkungannya maupun dalam bidang
kebahasaannya. Suatu ketika, Kachi mendapatkan e-mail dari salah satu instansi
Negara yang dulu pernah ia dan sahabat baiknya ajukan lamaran kerja sebagai pegawai setempat. Kachi dan
sahabatnya mendapat panggilan untuk ikut test. Untung saja waktu itu test
tersebut dilakukan diakhir pekan sehingga tidak menganggu pekerjaan Kachi
diperusahaan tempat ia bekerja saat itu. Satu demi satu Kachi dapat melewati
tahapan test tersebut. Selama proses tahapan test Kachi selalu mendapat
dukungan dari Utomo. Utomo selalu menemani kekasihnya tersebut meskipun
sebenarnya Utomo berat hati untuk menerima kenyataan kalau suatu saat nanti akan jauh dari Kachi.
Final
test pun telah tiba, Kachi dinyatakan lulus dan akan ditempatkan disalah satu
perwakilan RI diluar Negeri. Suatu hal yang berat bagi Kachi dan Utomo , Utomo
sangat menyayangi Kachi sehingga sulit untuk mengizinkan Kachi pergi jauh dari
jangkauannya. Disatu sisi keluarga Kachi sangat senang mendengar kabar
kelulusan anaknya. Sempat diwarnai air mata saat hari itu tiba, hari dimana
kachi harus mengambil keputusan yang berat, jauh dari Utomo dan menyenangkan
keluarga.
Sampailah
hari dimana Kachi harus mengundurkan diri dari perusahaan BUMN tempat ia
bekerja sebelumnya. Sisa beberapa hari sebelum Kachi berangkat penempatan,
hari-hari yang sangat singkat bagi Kachi dan Utomo. Dihari yang singkat itu
mereka tidak ingin menyia-nyiakannya begitu saja, mereka menghabiskan waktu
bersama. Utomo sempat membelikan sebuah boneka beruang untuk Kachi, boneka itu
diberikan Utomo sebagai ganti Utomo karena tidak bisa menemani kachi setiap
harinya selama Kachi dipenempatan.
Boneka tersebut pun mereka namakan Choco.
Hari dimana Kachi harus berangkatpun telah
tiba, Kachi diantarkan ke bandara oleh Utomo , adik Kachi, dan sahabat SMA
Kachi yang kebetulan sempat mengantar kepergian Kachi. Sangat berat bagi Utomo
melepas Kachi saat itu sehingga ia terus menatap Kachi sampai bayang-bayang
Kachi menjauh dari pandangan Utomo. Keduanya menahan tangis yang menyesak
didada, karena tidak ingin menganggap kepergian Kachi sebagai suatu
perpisahan, setelah Kachi boarding,
didalam pesawat berderailah air mata Kachi karena ia harus menyadari hari-hari
berikutnya setelah ini, akan ia lewati sementara waktu tanpa Utomo
disampingnya. Kachi harus membiasakan itu semua, tanpa Utomo sementara waktu,
mungkin akan sangat sulit bagi Kachi maupun Utomo karena baru saja merasakan
cinta kasih berdua, merasakan kalau sekarang mereka memiliki tujuan dalam hidup
mereka, namun harus berpisah untuk sementara waktu.
Seminggu
sudah Kachi berada dipenempatan, hari yang sangat berat bagi Kachi dan Utomo.
Setiap malamnya selalu diwarnai dengan tangis air mata, dan kenyataan hanya bisa melakukan
komunikasi jarak jauh, sering terucap dari bibir Utomo, Utomo ingin menggenggam
tangan Kachi, menatap mata Kachi tapi sekarang ia tidak bisa. Setiap kali
pulang kerja Kachi selalu memeluk Choco, boneka pemberian Utomo yang selalu
mengingatkan Kachi akan Utomo seseorang yang amat dicintainya. Mengenang saat
mereka selalu bersama, bahkan saat mengucapkan kata rindu pun selalu dibarengi
dengan tangis. Untuk saling mendukung dan menenangkan satu sama lain, Kachi dan
Utomo selalu menceritakan hal-hal yang terjadi setiap harinya, membicarakan
masa depan atau hal-hal yang menyenangkan.
Bohong
bagi Kachi kalau disetiap harinya ia tak menangis apabila mengingat Utomo, ia
selalu mendengarkan lagu kesenangan mereka berdua, lagu yang pernah dinyanyikan
dan diputar Utomo untuk Kachi, She’s Everything – Brad Paisley. Bahkan sampai
saat cerita ini ditulis pun, Kachi selalu menitihkan air mata, tanda kerinduannya
terhadap Utomo.
Yups, hari ini kia akan mengulas sedikit tentang jodoh kita yah...
hari ini kebetulan ada beberapa kawan yang tidak sengaja curcol (curhat colongan) masalah jodohnya. yah, bukan berarti penulis sok menggurui yah *peace tapi kita saling share ajah disini...
sebut saja teman saya itu suketi, markonah, dan mas anca.... yang kebetulan entah mengapa mereka lebih memilih menghabiskan hidup mereka untuk pacaran tua ketimbang nikah mudah *_*. emang sih penulis juga belum menikah, tetapi yang digaris bawahi disini mereka lebih memilih menghabiskan waktu seperempat abad hidup mereka untuk mencari, mencari, mencari dan mencari.... beda-beda tipis yah memilih yang terbaik untuk pendamping hidup sama "mengoleksi"
huahuahuahua *peacebro
satu kalimat yang saya dengar disela-sela kesibukan tadi siang " jodoh itu kita yang berusaha yang tentunya sudah ditentukan sama Allah, jadi semua yang menyangkut tentang jodoh ada ditangan kita" lontar seorang pria yang paruh baya yang dapat kita panggil dengan bapak ined. kalau kita telaah nih yah, kalimat pak ined tersebut mengandung makna yang mendalam *saelaaaah tp emang ada benernya nih guys, buktinya tiga temen penulis itu, bisa dikatakan usaha mereka sangat gigih dalam mencari pasangan hidup yang ideal, sampai-sampai menghabiskan waktu untuk mencari jodoh meskipun seseorang yang mungkin saja itu jodoh mereka tidak mereka "lihat". yah, wajar klo ada perasaan takut salah pilih atau dipilih oleh orang yang salah, sehingga menimbulkan bimbang untuk menentukan keputusan seorang pendamping kita kedepannya.
kendalanya apa sih? nih komentar
si suketi :" gue itu mau nyari seorang imam, yang bisa membahagiakan gue dunia dan akherat" (ambigu sondara-sondara)
si markonah : " gue itu kepengennya punya jodoh produk interlokal, biar bisa ngerubah keturunan" (ksian pasangannya kelak, keturunannya akan benar2 berubah sondara-sondara)
si mas anca:"gue gak perlu sempurna, yang penting baik hati, cantik, dan keibuan kayak dian sastrowardoyo " (kontradiktif)
nah, bagaimana kalau kalian dihadapkan dengan kenyatan kalau orang yang kalian nikahi itu ternyata bukan jodoh kalian, dan ternyata jodoh kalian itu berada dibelahan bumi lain yang juga telah menikah, atau jodoh kalian itu ternyata teman dekat, tetangga atau bisa saja salah satu tamu undangan dipernikahan kalian sendiri.... *periiiiiiiiih
gak semua orang baik mendapatkan yang baik kawan, coba kita flash back sebentar kebelakang, istri fir'aun seorang shalihah lhoooooo xixixixi
dan terlontarlah sebuah pertanyaan, bagaimana kalau saya menikahi orang yang bukan jodoh saya?
kawan, jadi begini klo belum melangkah aja udah pesimis gimana hasilnya? come on..... optimislah kawaaaaaan, nikmati setiap perjalanan hidupmu yang diberikan Allah SWT. Memang kita harus menempuh perjalanan yang penuh dengan kerikil tajam untuk mencapai kebahagian, tapi semua itu jangan dipandang sebelah mata, ada makna didalamnya, kalian bisa menjadi seorang yang berkepribadian kuat nanti dalam menjalin sebuah hubungan rumah tangga. so, apa yang kalian ragukan?
ladies and gentlement,
semua hal yang penulis sebutkan diatas mengacu kepada seberapa berani kalian melangkah ke sebuah komitmen yang nantinya akan merubah hidup kalian untuk menjadi pasangan yang lebih bahagia. seperti yang kalian tau, masih ada langit diatas langit, jadi kalau kalian cuma menghabiskan waktu untuk mencari jodoh saja, saya ucapakan selamat menjadi "pengembara cinta" hagahgahagahagahag. untuk para ladies, carilah pasangan yang dapat memperindahmu, sedangkan para gentlement carilah pasangan yang dapat mengurusmu. Persoalan fisik itu cuma titipan dari Allah SWT, soalnya kita kan tidak pesan
sama Allah SWT sewaktu mau dilahirkan! Biar hitam asal hatinya putih, biar
pendek asal akhlaknya tinggi, biar kurang ganteng asal takwa, biar
kurang cantik tapi shalehah.
*siiiiiiiiiiiiiing
tiba-tiba penulis ingat sesuatu, dulu waktu masih SMP sambil guyonan sama temen-temen yang pada saat itu sedang menikmati masa pubernya, penulis dan teman-teman pernah sedikit menyombongkan diri masalah jodoh impian kami, karena temen-temen yang lain pada ngomong " jodohku nanti harus ganteng, putih, bersih,tinggi bla bla bla bla....." penulis pun nggak kepengen sama dengan mereka dan akhirnya berkata "kalau aku, jodohku nanti nggak suka makan ikan asin!" benerin kerah dan berlalu pergi. huahuahuahuahua ^_^
intermezo yah kawan biar nggak serius banget bacanya haghagahagahag
ini ada satu buah lagu, yang mungkin sebagian dari kalian pernah mendengarnya, liriknya bagus banget hehehehe ini salah satu soundtracknya the wedding singer
i wanna grow old with you
by: adam sandler
Buat para pecinta drama musikal, pasti nggak asing dengan judul film dan soundtrack nya... yes, aku adalah salah satu penggemar pertunjukan dari panggung broadway ini, meskipun belum pernah melihat pertunjukannya secara langsung :P (i hope someday i can).... Sedikit info tentang panggung teather broadway, cekidot ^_^
Panggung theater broadway biasanya menampilkan seni pertunjukan berbentuk pertunjukan drama atau drama musikal. Awalnya boradway adalah sebuah nama jalan di negara Amerika Serikat tepatnya dikota New York. Broadway adalah jalan protokol tertua yang membentang dibagian utara-selatan, yang sudah ada sejak pemukiman pertama Amsterdam Baru. Nama broadway sendiri adalah bentuk artian dari bahasa belanda yang pada saat itu jaan ini bernama Breede weg . Dijalan ini lah sumber industri theater terbesar. terdapat 39 panggung theater profesional disepanjang jalan ini, antara lain;
Al Hirschfeld Theatre, 302 West 45th Street, kapasitas 1437
Ambassador Theatre, 219 West 49th Street, kapasitas 1120
American Airlines Theatre, 229 West 42nd Street, kapasitas 740
August Wilson Theatre, 245 West 52nd Street, kapasitas 1222
Belasco Theatre, 111 West 44th Street, kapasitas 1040
Bernard B. Jacobs Theatre, 242 West 45th Street, kapasitas 1101
Biltmore Theatre, 261 West 47th Street, kapasitas 650
Booth Theatre, 222 West 45th Street, kapasitas 806
Broadhurst Theatre, 235 West 44th Street, kapasitas 1218
Broadway Theatre, 1681 Broadway, kapasitas 1761
Brooks Atkinson Theatre, 256 West 47th Street, kapasitas 1109
Circle in the Square Theatre, 235 West 50th Street, kapasitas 776
Cort Theatre, 138 West 48th Street, kapasitas 1102
Ethel Barrymore Theatre, 243 West 47th Street, kapasitas 1096
Eugene O'Neill Theatre, 230 West 49th Street, kapasitas 1108
George Gershwin Theatre, 222 West 51st Street, kapasitas 1935
Gerald Schoenfeld Theatre, 236 West 45th Street, kapasitas 1093
Helen Hayes Theatre, 240 West 44th Street, kapasitas 597
Hilton Theatre, 213 West 42nd Street, kapasitas 1829
Imperial Theatre, 249 West 45th Street, kapasitas 1435
John Golden Theatre, 252 West 45th Street, kapasitas 805
Longacre Theatre, 220 West 48th Street, kapasitas 1095
Lunt-Fontanne Theatre, 205 West 46th Street, kapasitas 1509
Lyceum Theatre, 149 West 45th Street, kapasitas 943
Majestic Theatre, 247 West 44th Street, kapasitas 1609
Marquis Theatre, 1535 Broadway, kapasitas 1615
Minskoff Theatre, 200 West 45th Street, kapasitas 1710
Music Box Theatre, 239 West 45th Street, kapasitas 1025
Nederlander Theatre, 208 West 41st Street, kapasitas 1232
Neil Simon Theatre, 250 West 52nd Street, kapasitas 1428
New Amsterdam Theatre, 214 West 42nd Street, kapasitas 1801
Palace Theatre, 1564 Broadway, kapasitas 1743
Richard Rodgers Theatre, 226 West 46th Street, kapasitas 1380
Shubert Theatre, 225 West 44th Street, kapasitas 1468
St. James Theatre, 246 West 44th Street, kapasitas 1710
Studio 54, 254 West 54th Street, kapasitas 922
Vivian Beaumont Theatre (at Lincoln Center), 150 West 65th Street, kapasitas 1105
Walter Kerr Theatre, 219 West 48th Street, kapasitas 947
Berikut adalah lirik lagu salah satu pertunjukan seni broadway wicked yang berjudul foor good, enjoy :) wicked - for good lyrics by Kristin Chenoweth & Idina Menzel (Elphaba): I'm limitedJust look at me I'm limitedAnd just look at you You can do all I couldn't do, Glinda So now it's up to youFor both of us - now it's up to you.. (Glinda):I've heard it said That people come into our lives for a reason Bringing something we must learn And we are led To those who help us most to growIf we let them And we help them in return Well, I don't know if I believe that's true But I know I'm who I am today Because I knew you... Like a comet pulled from orbit As it passes a sun Like a stream that meets a boulder Halfway through the wood Who can say if I've been changed for the better? But because I knew you I have been changed for good (Elphaba): It well may be That we will never meet again In this lifetime So let me say before we part So much of me Is made from what I learned from you You'll be with me Like a handprint on my heart And now whatever way our stories end I know you have re-written mine By being my friend... Like a ship blown from its mooring By a wind off the sea Like a seed dropped by a skybird In a distant wood Who can say if I've been changed for the better? But because I knew you (Glinda): Because I knew you (Both): I have been changed for good (Elphaba): And just to clear the airI ask forgiveness For the things I've done you blame me for (Glinda): But then, I guess we know There's blame to share (Both): And none of it seems to matter anymore (Glinda): Like a comet pulled from orbit As it passes a sun Like a stream that meets a boulder Halfway through the wood (Elphaba): Like a ship blown from its mooring By a wind off the sea Like a seed dropped by a bird in the wood (Both): Who can say if I've been Changed for the better?I do believe I have beenChanged for the better (Glinda): And because I knew you... (Elphaba): Because I knew you... (Both): Because I knew you...I have been changed for good...