Showing posts with label history. Show all posts
Showing posts with label history. Show all posts

2.1.14

Keluarga dalam Masyarakat China

  No comments    
categories: , ,


Cerita China dan sejarah China pada zaman dinasti kaya akan sumber informasi tentang keluarga pada masyarakat China yang pada saat itu terdapat perbedaan antara kelas atas dan kelas menengah dalam masyarakat China. Pada zaman feudal terdapat perbedaan status antara keluarga kerajaan, tokoh terkemuka, dan masyarakat biasa (para petani). Akan tetapi setelah ajaran Konfusius berkembang, perbedaan status dalam masyarakat ini pun berubah.

                                   --------------

Sesuai dengan konsep masyarakat China, istilah keluarga atau unit keluarga dapat terjadi karena hubungan darah, perkawinan, serta untuk medapatkan harta kekayaan. Didalam keluarga terdiri dari orang tua dan anak, saudara dan kerabat dekat yang masih satu marga (sanak famili). Keluarga, sanak famili, dan marga adalah tiga lingkaran konsentris dalam keluarga. Ada tiga tipe variasi dalam keluarga yang dapat dibedakan yaitu:

Á   Keluarga dari hubungan perkawinan, dapat juga disebut keluarga dari hubungan biologis, alami, dan keluarga kecil, yang terdiri dari, suami, istri, dan anak. Selain itu contoh yang termasuk dalam keluarga ini adalah paman, bibi, keponakan, kakak atau abang yang belum menikah.

Á      Keluarga pokok atau keluarga inti, yang terdiri dari suami, istri, anak yang tidak menikah, dan seorang anak laki-laki yang menikah dengan istri dan anak. Ketika hanya seorang dari salah satu orang tua yang masih hidup maka ia akan tinggal dengan anak laki-laki yang tidak mempunyai anak.

Á      Gabungan keluarga atau yang disebut juga keluarga besar, terdiri dari orang tua, anak yang belum menikah,anak laki-laki yang sudah menikah (lebih dari satu), istri dan anak. Terkadang tipe dari keluarga ini mencapai empat sampai lima generasi. Kepala keluarga dalam keluarga tipe ini adalah ayah dari anak laki-laki yang sudah menikah.

Keluarga pokok atau keluarga inti dapat digambarkan sebagai sebuah pembesaran keluarga (memperbanyak keluarga) atau mengurangi jumlah keluarga besar. Dalam masyarakat China jarang sekali keluarga inti untuk mengurangi jumlah keluarga besar, melainkan untuk memperbanyak jumlah keluarga.

Saat berakhirnya zaman feodalisme Dinasti Chin memaksa para petani untuk hidup dalam keluarga dari hubungan perkawinan. Langkah ini digunakan pemerintahan Dinasti Chin untuk melemahkan pengaruh keluarga bangsawan dalam masa Dinasti yang baru. Saat ajaran Konfusius berkembang pada zaman feodalisme ke birokratis, ajaran ini tidak terlalu membahas tentang keluarga besar melainkan cara untuk menjalin hubungan baik antar sesama, misalnya hubungan antara ayah dan anak laki-laki, suami dan istri, kakak dan adik.

Selain itu pada zaman Dinasti Han setiap rumah tangga dikenakan wajib pajak. Wajib pajak ini meliputi seluruh keluarga dalam masyarakat China, bayi tidak termasuk dalam hitungan pajak dan biasanya dalam setiap keluarga tidak melebihi enam sampai delapan orang. Ini adalah ukuran rata-rata dari setiap satu keluarga dari hubungan perkawinan atau keluarga inti.


30.12.13

Welcome to Kuching, Sarawak

  No comments    
categories: ,



Assalamu'alaikum temans

Setelah beberapa bulan mendiami kota Kuching ini, penulis baru sempat menyusun cerita nya di diary on line ini hehehehehehe.....
well, as you know, masing-masing kota pasti punya ceritanya sendiri, sejarahnya sendiri dan nama tempat yang tentunya juga punya cerita unik hehehehehe begitu juga dengan kota Kuching, Sarawak

Nama Sarawak sendiri memiliki banyak versi dalam sejarah penamaannya. tapi, satu versi yang akan penulis susun adalah sbb:
Awal dari nama Sarawak adalah Serah Awak jadi pada jaman Majapahit dulu terdapat sistem upeti yang dikenal dengan nama Serah Awak, dan Sarawak ini merupakan upeti yang terdiri dari 5 bagian wilayah. Dahulu kala Sarawak merupakan satu bagian dengan Negara Brunei Darussalam. Pada masa pemerintahan Sultan Brunei Omar Ali Saifudin II (1827-1892) terjadi kerusuhan dan pemberontakan dan pihak kesultanan pada masa itu tidak dapat mengatasi kerusuhan yang terjadi sehingga Gurbenur Sarawak pada masa itu (Pangeran Muda Hasim) meminta bantuan kepada pihak Inggris. James Brook utusan dari pihak Inggris akhirnya dapat mengatasi kerusuhan tersebut dan sebagai imbalannya kesultanan Brunei Darussalam kemudian memberikan hadiah yaitu wilayah Kuching (ibu kota Sarawak). Lalu bagaimana akhirnya Sarawak tidak menjadi bagian dari Brunei Darussalam???? Hang On guys ^^

let me show you this one 

Bendera Sarawak

Lambang Sarawak
James Brook kemudian memperbesar wilayahnya sehingga kesultanan  Brunei Darussalam hanya menempati wilayah sungai dan pesisir, kemudian James Brook mengukuhkan dirinya sebagai penguasa penuh Sarawak. Masa kepemimpinan James Brook ini kemudian dikenal dengan "Dinasti Raja Putih". Dinasti Raja Putih masa itu bertahan hingga 3 generasi. Pada tahun 1941-1945 Jepang menduduki wilayah Sarawak dan Kalimantan yang diakhiri dengan kekalahan Jepang pada tahun 1945. Pada tahun 1946 pemerintahan Dinasti Raja Putih menyerahkan kekuasaannya atas Sarawak kepada kerajaan Inggris namun masyarakat Sarawak menentang pemerintahan Inggris.

Pada tahun 1962-1966 terjadi tarik menarik dan tawar menawar politik antara Bung Karno (Presiden pertama RI) dengan pihak Malaysia. Sebagian masyarakat menginginkan Sarawak dan Sabah bergabung dengan Indonesia dan sebagian lainnya menginginkan Sarawak,Sabah dan Brunei Darussalam bergabung dengan Malaysia dan membentuk Negara Federasi Malaysia. Yang hasilnya seperti yang kita ketahui saat ini, Sarawak dan Sabah menjadi negara bagian Malaysia sedangkan Brunei Darussalam membentuk Negara pemerintahaannya sendiri ^^ 

City Icon of Kuching
Sedangkan nama Kuching berasal dari pohon Buah Mata Kuching yang tumbuh merata di Bukit Mata Kuching yang pada saat itu terdapat sebuah sungai yang diberi nama sungai Kuching yang mengalir ke sungai Sarawak.

Laksa Sarawak

Air Mata Kuching

Oyster Pancake Sarawak