18.1.14

Tradisi Pernikahan Adat Masyarakat Tionghoa

  No comments    
categories: ,
   


 Pada era modern ini, sebagian besar dari masyarakat Tionghoa masih melestarikan beberapa tradisi dan budaya mereka. Tradisi dan budaya tersebut secara turun-menurun diwariskan dari leluhur mereka. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba membahas salah satu tradisi masyarakat Tionghoa yang masih dilestarikan sampai saat ini, yaitu adat pernikahan masyarakat Tionghoa.

     Pada dasarnya, disetiap tradisi pernikahan memiliki tahapan-tahapan pernikahan secara adat yang hampir sama. Misalnya saja, ada acara lamaran, seserahan, pesta bujang, resepsi pernikahan dan lain sebagainya. Begitu juga dengan adat pernikahan masyarakat Tionghoa. Namun, ada yang berbeda dari adat pernikahan masyarakat Tionghoa ini seperti isi dalam seserahan (sangjit) yang biasa dilakukan setelah acara lamaran. Dalam penenutuan jumlah baki seserahan biasanya ditentukan pada saat malam lamaran, jumlah baki dalam tradisi Tionghoa ini biasanya berjumlah 6/8. Sangjit ini disediakan oleh kedua mempelai pengantin, sangjit yang disediakan oleh mempelai wanita bersifat sangjit balasan dari sangjit mempelai pria. Isi baki sangjit mempelai pria tersebut antara lain:
  • Baki 1 : Uang, yang terdiri dari uang sangjit (uang pernikahan) dan uang susu (uang untuk menggantikan jasa ibu yang membesarkan anaknya). Sepasang lilin merah dan perhiasan.
  • Baki 2 : Pakaian dan perlengkapan
  • Baki 3 : Pakaian, sepatu dan perlengkapan lainnya untuk mempelai wanita
  • Baki 4 : Kue-kue
  • Baki 5 : Gula-gula dan manisan
  • Baki 6 : Buah-buahan
  • Baki 7 : Makanan belum jadi
  • Baki 8 : Anggur dan arak
Baki balasan yang disiapkan oleh mempelai wanita tidak jauh berbeda dengan isi baki sangjit mempelai pria, seperti:
  • Baki 1 : Uang, yang terdiri dari uang sangjit (uang pernikahan, boleh tidak diterima atau hanya diterima setengahnya) dan uang susu (uang untuk menggantikan jasa ibu yang membesarkan anaknya) dan sepasang lilin merah.
  • Baki 2 : Sprei dan perlengkapan kamar pengantin
  • Baki 3 : Pakaian, sepatu dan perlengkapan lainnya untuk mempelai pria
  • Baki 4 : Kue-kue
  • Baki 5 : Gula-gula dan manisan
  • Baki 6 : Buah-buahan
  • Baki 7 : Makanan matang
  • Baki 8 : Anggur dan arak
     Setelah acara lamaran dan seserahan, kemudian ada acara pesta bujang. Dalam adat pernikahan masyarakat Tionghoa acara pesta bujang ini disajikan dengan cara yang unik dan memiliki makna yang cukup mendalam. Pesta bujang ini diadakan dirumah kedua mempelai pengantin. Dirumah mempelai wanita, mempelai wanita duduk diatas tampah/ karpet bundar dan dihadapannya ada sebuah gentong (baskom sedang) yang berisi: beras, simbol agama, cermin, benang 7 warna, pedang/ pisau, pelita, gunting, timbangan dan sisir. Makna dari isi gentong tersebut adalah:
  • Beras : Kesejahteraan hidup, kemakmuran dan juga sebagai simbol seorang istri harus menyiapkan makanan untuk keluarga.
  • Simbol agama : Istri harus taat pada agama, mendidik anak menjadi sholeh dan sholehah
  • Cermin : Setiap saat intropeksi diri sendiri
  • Benang : Kewajiban memelihara pakaian
  • Pedang/ pisau : Untuk suami agar menjadi ksatria, melindungi keluarga dan juga harga diri
  • Gunting : Sebagai istri harus membantu suami memecahkan masalah
  • Pelita : Terang lahir bathin dan terhindar dari perselingkuhan
  • Timbangan : Agar hidup adil
  • Sisir : Agar kehidupan dalam keluarga menjadi rapi
Kalau ada saudara yang lebih tua belum menikah biasanya kedua mempelai pengantin akan meminta izin terlebih dahulu dengan memberikan pakaian dan juga gunting. Gunting yang diberikan bermaksud untuk menggunting pita yang terlebih dahulu disiapkan didepan pintu kamar sang kakak agar dimudahkan jodohnya. Disaat yang bersamaan dirumah mempelai pria, dilaksanakan juga acara pasang sprei dikamar pengantin yang biasanya dilakukannya oleh ibu-ibu yang memiliki kehidupan keluarga yang suskes. Kemudian, disuruh pula sepasang anak kecil, laki-laki dan perempuan yang berumur sekitar 2-5 tahun untuk melompat-lompat diatas tempat tidur pengantin, hal ini bermakna agar kedua mempelai cepat mendapat momongan.

     Dalam pelaksanaan acara pernikahan, dilaksanankan juga upacara minum teh saat mempelai pria beserta kerabatnya ingin menjemput mempelai wanita dikediaman mempelai wanita. Pada saat upacara minum teh ini awalnya mempelai pria datang dengan dipayungi payung berwarna merah, kemudian pihak keluarga mempelai wanita menyambut mempelai pria. Mempelai pria memberikan hormat terlebih dahulu kepada pihak keluarga mempelai wanita dalam kesempatan ini  disetiap penghormatan diberikan angpao bisa berupa uang maupun emas dan permata, kemudian mempelai wanita datang dengan membawa nampan dan mempelai pria menyuguhkan teh.

     Setelah upacara minum teh dikediaman mempelai wanita, dilaksanakan juga upacara minum teh dikediaman mempelai pria. Kedua mempelai dipayungi payung merah sampai dikediaman mempelai pria, kemudian pihak keluarga mempelai pria menyambut kedua mempelai dengan menyawer dengan uang yang sudah dicampur dengan beras yang berwarna kuning, hal ini bertujuan untuk agar kehidupan pernikahan kedua mempelai diberikan rizki yang berlimpah. Kemudian mempelai pria membawa nampan dan mempelai wanita yang menyuguhkan teh.

     Dalam tradisi ini acara resepsi tidak diadakan dirumah mempelai wanita, melainkan dirumah mempelai pria ataupun gedung. Setelah acara pernikahan selesai, ada tradisi yang lebih unik lagi. Kedua mempelai pengantin bersama dengan teman dan sahabat pergi kekamar pengantin, kemudian untuk "mengusir" teman dan sahabat tersebut kedua mempelai memberikan mereka angpao. ^^

4.1.14

Lagu Anak era 90-an

  No comments    
categories: , ,
               

  

Suatu ketika ditengah masa santai ku, sambil menghabiskan sarapan pagi, aku menonton acara TV yang kebetulan waktu itu meliput aktivitas anak kecil. Untunglah anak tersebut adalah anak dari seorang Public Figure sehingga iya tidak canggung lagi berhadapan dengan beberapa kamera wartawan yg meliputnya. Anak tersebut dengan percaya dirinya menyanyi diatas panggung sambil menari tarian ala goyang pinggul yang ia ciptakan sendiri. Mungkin tidak semua anak mendapat keberanian yang sama dengan anak tersebut, menyanyi dan menari tanpa canggungnya didepan beberapa kamera wartawan.

“punya bakat seni, seperti orang tuanya” gumamku dalam hati.

    Tapi ada pemandangan yang berbeda. Anak sekecil itu menyanyikan lagu-lagu orang dewasa yang entah bagaimana ia bisa menghafal lirik tersebut. Bisa dipastikan ia tidak memahami isi dari lirik lagu yang ia nyanyikan. Suatu hal yang berbeda dengan beberapa tahun kebelakang, tepatnya masa kecilku era tahun 90an. Masa-masa itu banyak sekali pencipta lagu anak-anak dan juga artis cilik. Yah, kita sebut saja beberapa diantara pencipta lagu anak yang popular dimasa itu, seperti; At Mahmud, Ibu Sud dan Pak Kasur. Yang menarik adalah mereka menciptakan lagu anak dengan lirik yang sederhana didengar tetapi, memiliki makna dan filosofi yang mendalam mengenai kehidupan sehari-hari dan juga Indonesia.

    Tidak banyak yang menyadari bahwa amat bermaknanya lirik dari lagu anak karya beliau yang telah dikemas dengan sedemikian rupa tersebut. Sebuah pemandangan yang berbeda dimasa saat ini dimana kita semua bisa dikatakan kehilangan pencipta lagu anak. Ada baik kalau lagu-lagu anak terdahulu kembali dikemas dalam bentuk modern sehingga lagu yang bertemakan "Bermain sambil Belajar" ini dapat dinyanyikan kembali oleh anak-anak masa kini.



Apa ada yang tidak sependapat dengan saya? Mari kita sama-sama mendengar beberapa lagu karya beliau………..



    

Pak Nelayan
Tak kan ada ikan gurih di meja makan
Tanpa ada jerih payah nelayan
Daging ikan sumber gizi bermutu tinggi
Diperlukan semua manusia
Tiap malam mengembara di lautan
Ombak badai menghadang dan menerjang
Pak Nelayan tak gentar dalam dharmanya
Demi kita yang membutuhkan pangan



Peramah dan Sopan - Pak Dal 
l



Pergi Belajar - Ibu Sud



Pemandangan - At Mahmud



Sekuntum Mawar - At Mahmud


Sembari menulis Blog ini saya teringat dengan satu buah lagu anak yang sangat epic  untuk didengar...... 




Sumber: Courtesy of Youtube

2.1.14

Keluarga dalam Masyarakat China

  No comments    
categories: , ,


Cerita China dan sejarah China pada zaman dinasti kaya akan sumber informasi tentang keluarga pada masyarakat China yang pada saat itu terdapat perbedaan antara kelas atas dan kelas menengah dalam masyarakat China. Pada zaman feudal terdapat perbedaan status antara keluarga kerajaan, tokoh terkemuka, dan masyarakat biasa (para petani). Akan tetapi setelah ajaran Konfusius berkembang, perbedaan status dalam masyarakat ini pun berubah.

                                   --------------

Sesuai dengan konsep masyarakat China, istilah keluarga atau unit keluarga dapat terjadi karena hubungan darah, perkawinan, serta untuk medapatkan harta kekayaan. Didalam keluarga terdiri dari orang tua dan anak, saudara dan kerabat dekat yang masih satu marga (sanak famili). Keluarga, sanak famili, dan marga adalah tiga lingkaran konsentris dalam keluarga. Ada tiga tipe variasi dalam keluarga yang dapat dibedakan yaitu:

Á   Keluarga dari hubungan perkawinan, dapat juga disebut keluarga dari hubungan biologis, alami, dan keluarga kecil, yang terdiri dari, suami, istri, dan anak. Selain itu contoh yang termasuk dalam keluarga ini adalah paman, bibi, keponakan, kakak atau abang yang belum menikah.

Á      Keluarga pokok atau keluarga inti, yang terdiri dari suami, istri, anak yang tidak menikah, dan seorang anak laki-laki yang menikah dengan istri dan anak. Ketika hanya seorang dari salah satu orang tua yang masih hidup maka ia akan tinggal dengan anak laki-laki yang tidak mempunyai anak.

Á      Gabungan keluarga atau yang disebut juga keluarga besar, terdiri dari orang tua, anak yang belum menikah,anak laki-laki yang sudah menikah (lebih dari satu), istri dan anak. Terkadang tipe dari keluarga ini mencapai empat sampai lima generasi. Kepala keluarga dalam keluarga tipe ini adalah ayah dari anak laki-laki yang sudah menikah.

Keluarga pokok atau keluarga inti dapat digambarkan sebagai sebuah pembesaran keluarga (memperbanyak keluarga) atau mengurangi jumlah keluarga besar. Dalam masyarakat China jarang sekali keluarga inti untuk mengurangi jumlah keluarga besar, melainkan untuk memperbanyak jumlah keluarga.

Saat berakhirnya zaman feodalisme Dinasti Chin memaksa para petani untuk hidup dalam keluarga dari hubungan perkawinan. Langkah ini digunakan pemerintahan Dinasti Chin untuk melemahkan pengaruh keluarga bangsawan dalam masa Dinasti yang baru. Saat ajaran Konfusius berkembang pada zaman feodalisme ke birokratis, ajaran ini tidak terlalu membahas tentang keluarga besar melainkan cara untuk menjalin hubungan baik antar sesama, misalnya hubungan antara ayah dan anak laki-laki, suami dan istri, kakak dan adik.

Selain itu pada zaman Dinasti Han setiap rumah tangga dikenakan wajib pajak. Wajib pajak ini meliputi seluruh keluarga dalam masyarakat China, bayi tidak termasuk dalam hitungan pajak dan biasanya dalam setiap keluarga tidak melebihi enam sampai delapan orang. Ini adalah ukuran rata-rata dari setiap satu keluarga dari hubungan perkawinan atau keluarga inti.


30.12.13

Welcome to Kuching, Sarawak

  No comments    
categories: ,



Assalamu'alaikum temans

Setelah beberapa bulan mendiami kota Kuching ini, penulis baru sempat menyusun cerita nya di diary on line ini hehehehehehe.....
well, as you know, masing-masing kota pasti punya ceritanya sendiri, sejarahnya sendiri dan nama tempat yang tentunya juga punya cerita unik hehehehehe begitu juga dengan kota Kuching, Sarawak

Nama Sarawak sendiri memiliki banyak versi dalam sejarah penamaannya. tapi, satu versi yang akan penulis susun adalah sbb:
Awal dari nama Sarawak adalah Serah Awak jadi pada jaman Majapahit dulu terdapat sistem upeti yang dikenal dengan nama Serah Awak, dan Sarawak ini merupakan upeti yang terdiri dari 5 bagian wilayah. Dahulu kala Sarawak merupakan satu bagian dengan Negara Brunei Darussalam. Pada masa pemerintahan Sultan Brunei Omar Ali Saifudin II (1827-1892) terjadi kerusuhan dan pemberontakan dan pihak kesultanan pada masa itu tidak dapat mengatasi kerusuhan yang terjadi sehingga Gurbenur Sarawak pada masa itu (Pangeran Muda Hasim) meminta bantuan kepada pihak Inggris. James Brook utusan dari pihak Inggris akhirnya dapat mengatasi kerusuhan tersebut dan sebagai imbalannya kesultanan Brunei Darussalam kemudian memberikan hadiah yaitu wilayah Kuching (ibu kota Sarawak). Lalu bagaimana akhirnya Sarawak tidak menjadi bagian dari Brunei Darussalam???? Hang On guys ^^

let me show you this one 

Bendera Sarawak

Lambang Sarawak
James Brook kemudian memperbesar wilayahnya sehingga kesultanan  Brunei Darussalam hanya menempati wilayah sungai dan pesisir, kemudian James Brook mengukuhkan dirinya sebagai penguasa penuh Sarawak. Masa kepemimpinan James Brook ini kemudian dikenal dengan "Dinasti Raja Putih". Dinasti Raja Putih masa itu bertahan hingga 3 generasi. Pada tahun 1941-1945 Jepang menduduki wilayah Sarawak dan Kalimantan yang diakhiri dengan kekalahan Jepang pada tahun 1945. Pada tahun 1946 pemerintahan Dinasti Raja Putih menyerahkan kekuasaannya atas Sarawak kepada kerajaan Inggris namun masyarakat Sarawak menentang pemerintahan Inggris.

Pada tahun 1962-1966 terjadi tarik menarik dan tawar menawar politik antara Bung Karno (Presiden pertama RI) dengan pihak Malaysia. Sebagian masyarakat menginginkan Sarawak dan Sabah bergabung dengan Indonesia dan sebagian lainnya menginginkan Sarawak,Sabah dan Brunei Darussalam bergabung dengan Malaysia dan membentuk Negara Federasi Malaysia. Yang hasilnya seperti yang kita ketahui saat ini, Sarawak dan Sabah menjadi negara bagian Malaysia sedangkan Brunei Darussalam membentuk Negara pemerintahaannya sendiri ^^ 

City Icon of Kuching
Sedangkan nama Kuching berasal dari pohon Buah Mata Kuching yang tumbuh merata di Bukit Mata Kuching yang pada saat itu terdapat sebuah sungai yang diberi nama sungai Kuching yang mengalir ke sungai Sarawak.

Laksa Sarawak

Air Mata Kuching

Oyster Pancake Sarawak

29.10.13

she's everything - brad paisley

  No comments    
categories: ,

cerita ini berawal dari seorang dara manis yang memulai petualangan hidupnya. Beberapa bulan setelah ia mendapatkan gelar sarjana sastra, Kachi begitu sapaan dara manis ini, ia memulai tahapan baru dalam hidupnya didunia karir. Kachi sempat diajak oleh teman dekatnya untuk melamar pekerjaan sebagai pegawai setempat disalah satu instansi Negara. Ia dan sahabat baiknya itu pun memasukan surat lamaran mereka ke instansi tersebut, akan tetapi untuk menunggu panggilan tersebut, butuh waktu dan proses yang cukup lama. Tidak banyak pengalaman yang ia miliki, hanya berbekal pendidikan yang ia dapat, ia pun memberanikan diri untuk mengirimkan surat lamaran ke salah satu perusahaan BUMN yang pada saat itu sedang membuka lowongan pekerjaan untuk penerjemah lisan. Setelah melalui beberapa tahapan test akhirnya Kachi mendapat pekerjaan yang diharapkannya dapat meningkatkan kemampuan bahasanya.  

Suatu hal yang baru bagi Kachi menapaki dunia karir. Banyak sekali hal-hal yang ia tidak ketahui dan perlu proses untuk mempelajarinya, lingkungan baru, suasana yang baru, dan hal-hal yang luar biasa yang terjadi dalam setiap hari-hari Kachi pun dimulai. Beruntung sekali Kachi memiliki orang-orang terdekat dan seorang kekasih yang sangat menyayanginya. Utomo kekasih Kachi, selalu mendukung apa pun keputusan Kachi.  Meskipun terkadang selalu terjadi selisih paham antara keduanya tetapi mereka tetap saling mendukung satu sama lain.

Kachi pun menjalani hari-hari kerjanya di perusahaan BUMN tersebut dengan baik, banyak hal yang telah ia pelajari, baik dari lingkungannya maupun dalam bidang kebahasaannya. Suatu ketika, Kachi mendapatkan e-mail dari salah satu instansi Negara yang dulu pernah ia dan sahabat baiknya ajukan lamaran kerja sebagai pegawai setempat. Kachi dan sahabatnya mendapat panggilan untuk ikut test. Untung saja waktu itu test tersebut dilakukan diakhir pekan sehingga tidak menganggu pekerjaan Kachi diperusahaan tempat ia bekerja saat itu. Satu demi satu Kachi dapat melewati tahapan test tersebut. Selama proses tahapan test Kachi selalu mendapat dukungan dari Utomo. Utomo selalu menemani kekasihnya tersebut meskipun sebenarnya Utomo berat hati untuk menerima kenyataan kalau suatu saat nanti akan jauh dari Kachi.   

Final test pun telah tiba, Kachi dinyatakan lulus dan akan ditempatkan disalah satu perwakilan RI diluar Negeri. Suatu hal yang berat bagi Kachi dan Utomo , Utomo sangat menyayangi Kachi sehingga sulit untuk mengizinkan Kachi pergi jauh dari jangkauannya. Disatu sisi keluarga Kachi sangat senang mendengar kabar kelulusan anaknya. Sempat diwarnai air mata saat hari itu tiba, hari dimana kachi harus mengambil keputusan yang berat, jauh dari Utomo dan menyenangkan keluarga. 

Sampailah hari dimana Kachi harus mengundurkan diri dari perusahaan BUMN tempat ia bekerja sebelumnya. Sisa beberapa hari sebelum Kachi berangkat penempatan, hari-hari yang sangat singkat bagi Kachi dan Utomo. Dihari yang singkat itu mereka tidak ingin menyia-nyiakannya begitu saja, mereka menghabiskan waktu bersama. Utomo sempat membelikan sebuah boneka beruang untuk Kachi, boneka itu diberikan Utomo sebagai ganti Utomo karena tidak bisa menemani kachi setiap harinya selama Kachi dipenempatan.  Boneka tersebut pun mereka namakan Choco. 

Hari dimana Kachi harus berangkatpun telah tiba, Kachi diantarkan ke bandara oleh Utomo , adik Kachi, dan sahabat SMA Kachi yang kebetulan sempat mengantar kepergian Kachi. Sangat berat bagi Utomo melepas Kachi saat itu sehingga ia terus menatap Kachi sampai bayang-bayang Kachi menjauh dari pandangan Utomo. Keduanya menahan tangis yang menyesak didada, karena tidak ingin menganggap kepergian Kachi sebagai suatu perpisahan, setelah Kachi boarding, didalam pesawat berderailah air mata Kachi karena ia harus menyadari hari-hari berikutnya setelah ini, akan ia lewati sementara waktu tanpa Utomo disampingnya. Kachi harus membiasakan itu semua, tanpa Utomo sementara waktu, mungkin akan sangat sulit bagi Kachi maupun Utomo karena baru saja merasakan cinta kasih berdua, merasakan kalau sekarang mereka memiliki tujuan dalam hidup mereka, namun harus berpisah untuk sementara waktu. 

Seminggu sudah Kachi berada dipenempatan, hari yang sangat berat bagi Kachi dan Utomo. Setiap malamnya selalu diwarnai dengan tangis air mata, dan kenyataan hanya bisa melakukan komunikasi jarak jauh, sering terucap dari bibir Utomo, Utomo ingin menggenggam tangan Kachi, menatap mata Kachi tapi sekarang ia tidak bisa. Setiap kali pulang kerja Kachi selalu memeluk Choco, boneka pemberian Utomo yang selalu mengingatkan Kachi akan Utomo seseorang yang amat dicintainya. Mengenang saat mereka selalu bersama, bahkan saat mengucapkan kata rindu pun selalu dibarengi dengan tangis. Untuk saling mendukung dan menenangkan satu sama lain, Kachi dan Utomo selalu menceritakan hal-hal yang terjadi setiap harinya, membicarakan masa depan atau hal-hal yang menyenangkan. 

Bohong bagi Kachi kalau disetiap harinya ia tak menangis apabila mengingat Utomo, ia selalu mendengarkan lagu kesenangan mereka berdua, lagu yang pernah dinyanyikan dan diputar Utomo untuk Kachi, She’s Everything – Brad Paisley. Bahkan sampai saat cerita ini ditulis pun, Kachi selalu menitihkan air mata, tanda kerinduannya terhadap Utomo.



30.8.13

Graduation Story

  No comments    
categories: 
The day were i'm really happy in my life time is my graduation day ^_^
I officially graduated on June 29 2013, ceremony graduation at Auditorium Arifin Panigoro Al-Azhar Indonesia University.
I am really happy in my awesome day, because my beloved family, my lovely hubby, my belated friends was there.


My freak friends ahahaha ulfa, chika, sabrina *left to right 



This is it! Arabic and Chinese literature


Me with Arabic friends


Me with the youngest sista fitri


Yeah, we are the chinese literature 


me with my lovely hubby ^^


Me with my young brother

 Me with my belated friend "maftuha"


literature faculty with lecture 

5.6.13

Teori Terjemahan Umum

  No comments    
categories: 
Teori Terjemahan Umum
(my mind map)
Dalam proses penerjemahan  terbagi beberapa bagian yaitu: 

1. Metode 
       
         Penerjemahan Perkata

         Penerjemahan Adaptasi/Penyesuaian
         Penerjemahan Secara Struktur Bahasa
         Penerjemahan Tidak Terikat
         Penerjemahan Setia
         Penerjemahan Idioms
         Penerjemahan Makna
         Penerjemahan Gagasan/komunikasi

2. Prosedur 

        Pemahaman Teks
        Menerjemahankan Untuk Menangkap Isi Pesan 
        Sistematika Kalimat

3. Teknik 

       Mengubah Gramatikal
       Pergeseran/Perubahan Makna
       Penerjemahan Berdasarkan Sistem Bahasa
       Penggunaan Kata Bantu
       Penggunaan Catatan Kaki
       Penggunaan Kata Serapan
       Penerjemahan Resmi
       Tanpa Penyesuaian bahasa
       Penyesuaian Bahasa Berdasarkan Aspek Sosial/Budaya

14.5.13

unforgiving letter

  No comments    
categories: ,


陈老师:
          您好!老师最近还好吗?
      陈老师,您好吗?我很希望过得很好。我们已经四年没见面,就跟老师好想聊天儿。老师知道吗?为了更了解中国,我在福建师范大学选中文系学习。在学习汉语上,我学习了中国的文化、历史、文学、古典舞蹈、和太极拳。中国的历史和文化真的很长时间开始,这样的话怪不得人们说中国是最古老的文明。我其实很喜欢中国的文学。我觉得文学作品的语言都是语言的精华,它能给人美的享受。
          我在这儿有很多中国朋友,他们都对我那么热情。如果,我有不懂的课,他们都可以帮我学习。我和中国朋友去过了长城。登上长城一看,山峰一座连着一座,长城就建筑在这些高山上,非常雄伟壮观。但是长城有一万多里长,我们真的了不起。我们也去过了天安门广场,这游览了故宫和颐和园。那里的宫殿,都很有中国古代建筑的特色。我觉得亲眼看到中国各方面的情况,更增加了我学习汉语的兴趣。
我想毕业以后,当中文的老师。为什么呢?因为我要对人们教中国的文化、历史、文学、汉语、等。所以,虽然有人不可以去中国,但是他 可以学习中国的文化、历史、文学、汉语、等 。在大学的过程中,我找不到那样陈老师一样,真的想跟您见面。这个星期五我的大学要举办毕业典礼,我很希望陈老师可以来。
祝您身体健康,万事如意。