23.2.12

cahaya itu ada

  1 comment    
categories: 
Terima kasih tuhan, cobaan ini semakin membuatku tegar....
Aku yang sesekali dipenuhi amarah dan emosi yang bercampur kesal, mulai memahami apa yang sebenarnya Engkau tuliskan untukku....
Kejadian pahit yang telah aku alami, mengajarkanku tentang tidak kesempurnaan yang harus dilengkapi dengan keikhlasan dan kegigihan hati.....
Seringkali luka itu kembali terkoyak oleh mereka, orang-orang yang tidak pernah menghargai akan perubahan yang dilakukanku untuk terus berusaha melawan hidup, dan bertahan hidup....
Dan tidak sedikit pula air mata ini kembali menghujani pipiku.....

Ya ALLAH, aku tau..... Kau menciptakanku bukan disertai dengan rasa putus asa....
Aku dengan tegar dan lantang, berani mengatakan "TIDAK" pada kekalahan.... "TIDAK" pada pesimis..... dan "TIDAK" untuk menyerah.....
Aku tidak akan mengecewakan semua yang telah menyayangiku dengan menyerah, terutama padamu Ya Rabb.... sang pencipta yang dengan murah hatinya masih mengizinkanku bernafas hingga detik ini......
Aku sadar, tidak akan sia-sia apa yang telah aku perjuangkan ini...
Karena Kau selalu menepati janji-Mu untuk selalu berada disampingku....

Kepada mereka yang selalu menilai subjektif:
"aku bukanlah siapa-siapa dan apa-apa, mungkin hanya bagi keluarga kecilkulah aku sangat berharga untuk mereka, aku hanya ingin membuat mereka, keluarga kecilku menangis bahagia. kami tidak memiliki sesuatu yang dapat dipertontonkan, kami hanya kelompok kecil yang berusaha keras untuk bertahan hidup, hidup sederhana dan tak pernah bermimpi untuk hidup mewah. biarkanlah kami berjuang, dan berusaha untuk kesederhanaan ini."

Rasanya kurang bijak bagi saya, kalau menilai kalian sebagai orang-orang yang tidak punya hati nurani. sedangkan saya yakin, jauh disisi hati itu, ada cahaya putih disana.... yang dapat memancarkan kehangatannya.

10.2.12

Hangatnya Hati?

  No comments    
categories: 
Nyanyian sepasang burung yang mengalun setiap pagi dibawah pohon yang rindang, seolah artis dunia yang menggelar konser akbar yang dilihat oleh sejuta pasang mata manusia, menyempurnakan pagi yang indah dengan nafas yang lagi-lagi dipinjamkan sang pencipta kepada umatnya.
yaaah, nafas yang dipinjamkan........
mungkin kita tak pernah bisa memahami nyanyian sepasang burung itu, karena kita bukan Nabi Sulaiman AS, yang diberikan mukzizat untuk dapat mengerti perkataan semua hewan.... tapi mereka bernyanyi bukan untuk memerdukan teknik suara mereka, bukan untuk memanggil kawanan mereka dikala mereka terasa diancam oleh musuh.... mereka selalu bernyanyi karena rasa syukur, rasa syukur terhadap pencipta-NYA, yang kembali membangunkan mereka dihari yang penuh sinar rahmat dan berkah-NYA.

apa kita bisa seindah sepasang burung ini?
selalu mensyukuri nikmat, hikmah dalam setiap peristiwa hidup, dan selalu berpikir positif terhadap hal negatif...

jawabannya hanya pada seberapa besar kita mengecilkan rasa ego kita,
hukum didunia tidak sulit, bahkan sangat sederhana....
"kita harus menyukai orang-orang yang membenci kita"
bukankah kita sudah mempunyai contohnya?
Nabi Muhhamad SAW
beliau adalah idola penulis,,,,
penulis lebih memilih beliau dibanding artis-artis hollywood, bollywood, taiwan, korea dsb....

coba kita berimajinasi sejenak, bagaimana dunia ini kalau saja kita mau berbagi sedikit kepada mereka yang haknya telah dijajah oleh keserakahan dan keegoisan.....
jangankan pakaian yang bermerek, untuk minum seteguk air bersih saja, mereka harus menempuh beberapa kilometer, kaki-kaki kecil yang tak beralaskan sendal atau sepatu ituuuu.....
memakan sesuatu yang justru tidak baik bagi kesehatan mereka, tetapi mereka tetap memakannya, karena tidak ada pilihan selain itu dan kelaparan...
mereka yang rumahnya beralaskan langit, yang panas dan hujan adalah hal yang biasa....
kepada siapa mereka berbagi kepedihan itu? isak tangis pun tak didengar....
bahkan raungan memohon yang mendalam terlalu menyayat untuk didengar....
tapi satu hal yang sangat memuliakan mereka, mereka tetap percaya, percaya, percaya semua akan baik-baik saja....
mereka pun percaya, kepada mereka orang-orang yang telah mencuri haknya, percaya dalam hati maling-maling yang bermuka manis itu ada sisi yang hangat....
air mataku pun mulai berjatuhan, ketika mereka dengan lantang mengatakan "sedikitpun kami tidak membenci mereka"

tulisan ini saya buat bukan untuk menitihkan air mata kalian, tapi saya buat untuk renungan kita semua, apa yang telah kita bagi dan kita beri, sebagai anak cucu Adam
dibelahan bumi itu, masih ada sekelompok orang yang percaya pada sisi kehangatan jauh didalam lubuk hati kita semua......

7.2.12

Ranum

  No comments    
categories: 
Mungkin sekarang wanita tegar itu mengerti, mengapa ALLAH menciptakan Hawa setelah Adam.....
dan Hawa diciptakan melalui bagian tubuh terbaik dari adam, yaitu tulang rusuk Adam.

Dulu, wanita itu pernah merasakan hatinya terisi oleh kaum Adam...
namun, sekejap saja ia memutuskan untuk tidak memilih Adam menjadi bagian dari hatinya, mungkin dalam kurun waktu yang cukup lama, sampai lamanya.... ia lupa bagaimana rasanya sisi hati itu di isi oleh Adam...
pernah sesekali, orang-orang yang sangat peduli dengan wanita itu, mencoba mengenalkan beberapa Adam untuk mencoba mengisi hatinya yang sempat kosong itu.... butuh waktu yang cukup lama, untuk wanita itu meyakinkan, bahwa ia akan membuka kembali hatinya yang kosong dengan sosok Adam.....
namun,apa yang didapat?
ia justru ditinggalkan dengan hati yang penuh luka,...

tapi sekarang....
coba kalian lihat sosok wanita itu, yang terlihat tegar, ceria, dan penuh harapan atas citanya....
ia hanya mencoba untuk menunjukkan, bahwa semua akan baik-baik saja...
dengan menumbuhkan sifat egoisnya, klo ia tidak memerlukan Adam untuk meraih citanya
justru semakin meyakinkan dirinya, kalau ia tidak dapat mengisi kekosongan hatinya dengan senyumkemunafikan.... disaat air matanya mulai berjatuhan, ia tidak tahu harus dengan pundak mana ia bersandar...
disaat dia butuh seseorang yang akan memegang erat tangannya, ia tidak sadar, ia menunggu suatu hal yang tidak pasti, disaat ia jatuh terpuruk, ia tidak tahu akankah ada sosok Adam yang akan membantu untuk ia kembali bangkit

ia sadar, hati yang kosong itu seharusnya di isi oleh kaum Adam....
kaum Adam yang akan memberikan perlindungan baginya,,,kasih sayang yang hakiki, dan petunjuk baginya untuk lebih mencintai ALLAH.....
dengan tertatih, ia mencoba kembali, dan bangkit berharap untuk mendapatkan kembali sosok Adam yang akan mengisi kekosongan hatinya yang sudah cukup lama tak pernah ia izinkan untuk seorang pun yang mengisinya.....

-CHIKA-

ALLAh menyentuh hatiku

  No comments    
categories: ,

Suatu ketika aku mulai luluh lantah atas segala cobaan yang bertubi-tubi diberikan-NYA, aku menangisssssss tanpa ada satu orang pun tahu, aku mulai membenci diri sendiri, protes kepada-NYA karena cobaan yang begitu berat diberikan-NYA.....

tapi disaat aku mulai menjauh dari-NYA, IA justru merangkulku dengan erat, ALLAH memperlihatkan kekuasaan-NYA kepadaku,membuka mataku atas nikmat yang telah dberikkan-NYA..... "ALAM SEMESTA"

tangisanku pun berubah haru, aku terharu atas tangan ALLAH yang menyentuh hatiku, butuh waktu yang cukup lama untuk kembali berintropeksi, aku dalam keadaan yang sendiri, dan tak berguna sama sekali, bahkan malu untuk mengaku sebagai hambanya, justru diberikkan kecintaan yang teramat dalam olehku. IA begitu mencintaiku tanpa dusta, IA begitu menyayangiku tanpa batas, IA begitu mengasihiku tanpa akhir.

aku bersyukur, disaat aku mulai hilang arah, dia tidak pernah meninggalkanku sedetikpun, dia membalas dosa-dosaku dengan darah yang mahal, untuk tetap dekat dengan-NYA, IA menyentuh hatiku untuk tetap mencintai-NYA

-CHIKA-

Foot Binding

  No comments    
categories: ,

Foot Binding atau pengikatan kaki adalah tradisi menghentikan pertumbuhan kaki perempuan yang terjadi pada zaman dahulu di China. Awal mulanya tradisi ini yaitu berasal dari sebuah legenda yang menceritakan tentang selir seorang pangeran yang bernama Yao Niang, ia diperintahkan untuk mengikat kakinya agar terlihat seperti bulan dan pada saat ia berjalan terlihat anggun dengan kakinya yang kecil, sejak saat itu pengikatan kaki menjadi populer terutama dikalangan bangsawan atau masyarakat kalangan menengah keatas. Pengikatan kaki dimulai lebih dari seribu tahun yang lalu yaitu pada masa akhir dinasti Tang (618-907) dan mulai menyebar pada golongan kelas atas sampai pada zaman dinasti Song (960-1297), pada zaman dinasti Ming (1368-1644) dan dinasti Qing (1644-1911).

Pengikatan kaki biasanya dimulai sejak anak berumur antara empat sampai tujuh tahun. Sebelum melakukan pengikatan kaki, pertama-tama kaki direndam dengan air hangat yang sudah dicampur dengan ramuan tumbuhan dan darah binatang, kemudian melipat empat jari kaki ke bagian bawah kaki dan menarik ibu jari kaki medekati tumit, dan kaki dibalut dengan ketat menggunakan kain sutra atau perban sepanjang sepuluh kaki dan lebar dua inchi. Setiap hari pembalut kaki semakin diketatkan dan kaki dipaksa memakai sepatu yang semakin kecil. Setiap dua hari sekali kaki harus dicuci dan dipotong kukunya karena kalau tidak akan membuat kuku-kuku kaki yang diikat menusuk ke dalam dan menimbulkan infeksi. Jika balutan terlalu ketat maka dapat timbul buku-buku di kaki yang harus dipotong dengan pisau. Kemudian kaki juga harus dipijat dan dikompres dengan air dingin dan panas untuk mengurangi rasa sakit. Semakin kecil kaki seorang gadis maka akan semakin cantik ia dipandang.

Pengikatan kaki sering menyebabkan kecacatan seperti kelumpuhan bahkan kematian pada anak-anak perempuan karena infeksi, namun hal ini telah dianggap normal. Pengikatan kaki juga menyebabkan perempuan sangat sulit berjalan dan sulit untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Hal ini membuat perempuan terpaksa untuk tinggal dirumah dan tidak berguna diluar rumah. Berbeda dengan kalangan menengah kebawah, mereka lebih membutuhkan anak perempuan mereka untuk membantunyaa disawah atau perkebunan, sehingga dengan adanya tradisi ini tampak jelas  status sosial seorang wanita dengan melihat kaki wanita itu.

 Pengikatan kaki kemudian menjadi syarat pernikahan untuk para wanita pada saat itu. Seorang laki-laki yang akan menikahi seorang wanita akan terlebih dahulu melihat contoh sepatu yang disulam sendiri oleh calon mempelai wanita, semakin kecil ukuran sepatu itu maka akan semakin baik. Laki-laki tidak akan menikahi perempuan yang kakinya tidak diikat, hal ini terjadi karena konon katanya selain terlihat cantik, kaki seorang wanita yang diikat akan memiliki tingkat sexualitas yang tinggi , oleh karena itu anak perempuan diharuskan mengikat kakinya supaya dapat dinikahi terutama dengan anak laki-laki dari  kalangan menengah ke atas. Seorang ibu harus mengikat kaki anak perempuannya sebab kalau tidak anak perempuannya hampir pasti tidak dapat menikah seumur hidupnya, selain itu dengan mengikatkan kaki anak perempuannya maka anak perempuan itu akan memiliki masa depan yang lebih baik, dan untuk menaikkan derajat keluarga mereka.

Pada tahun 1895, komunitas anti-pengikatan kaki mulai terbentuk di Shanghai yang kemudian menjalar ke kota-kota lain dan bahkan di luar negeri. Kelompok yang menghindari adat ini hanya bangsa Manchu dan kelompok migran Hakka yang merupakan kelompok paling miskin dalam kasta sosial China. Alasan utama mereka menentang pengikatan kaki adalah penderitaan yang dirasakan oleh wanita seumur hidupnya, kebiasaan mengikat kaki ini telah menyebabkan sekitar satu milyar wanita di China mengalami pengikatan kaki yang menyiksa bahkan tak jarang mengancam nyawa mereka. Mula-mula mereka mulai dengan membuat daftar orang-orang yang tidak akan mengikat kaki anak perempuan mereka dan tidak akan menikahkan anak laki-laki mereka dengan perempuan yang diikat kakinya sehingga para orang tua tidak perlu kuatir anaknya tidak dapat menikah. Hingga akhirnya pada tahun 1911 melalui Revolusi Sun Yat Sen, tradisi pengikatan kaki benar-benar dilarang dengan dikeluarkannya undang-undang tentang pengikatan kaki atau foot binding. Sampai pada tahun 1950-an, hanya tinggal beberapa dusun di Yunnan yang masih terdapat beberapa kaum wanita yang menerapkan tradisi ini.