15.3.13

Kedudukan Wanita dalam Kehidupan Masyarakat China (part 1)

  5 comments    
categories: ,


Latar belakang.

Status dan peran wanita dalam keluarga dan masyarakat China memiliki kedudukan yang berbeda dengan laki-laki. Sejak dulu, laki-laki selalu dianggap sebagai inti dari keluarga dalam masyarakat China, oleh karena itu keluarga  China bersistem patriakhal. Pada masa kekaisaran dinasti Shang dan Zhou, perhitungan nenek moyang sudah dilakukan secara garis keturunan laki-laki (ayah ayahnya, ayah ayahnya ayah, dsb). Stuktur patriakhal dapat dilihat secara nyata dalam kehidupan seorang wanita, yaitu pada saat seorang wanita menikah dengan seorang laki-laki maka, secara otomatis si wanita pindah kedalam keluarga laki-laki tersebut, bahkan nama pun berubah mengikuti marga keluarga laki-laki yang dinikahinya.

Konsep perbedaan antara laki-laki dan wanita ini juga terdapat dalam konsep Yin-Yang, yang menekankan bahwa perbedaan antara laki-laki dan wanita merupakan bagian dari tatanan alam, bukan bagian dari lembaga sosial yang diciptakan manusia. Dalam konsep Yin-Yang terdapat kekuatan untuk saling melengkapi antara satu sama lain, hubungan antara Yin-Yang ini mendasari pernyataan bahwa laki-laki memimpin dan wanita yang mengikuti. Sistem seperti ini membuat banyak wanita merasa di intimidasi oleh budaya patriakhal, bahkan tidak sedikit yang beranggapan bahwa wanita diperkerjakan untuk taat dan melayani laki-laki, dan menerima bahwa bakat mereka lebih rendah daripada laki-laki.

 Peranan wanita dalam sejarah pun tidak didokumentasikan dengan baik, meskipun tidak sedikit wanita yang sangat berpengaruh dalam perkembangan masa kekaisaran China. Ketika wanita masuk dalam catatan sejarah awal, sering sekali dengan alasan wanita menimbulkan masalah untuk laki-laki, atau dalam bentuk keegoisan, dan tidak sedikit yang menonjolkan kekurangan-kekurangan wanita dalam catatan sajarah China. Pada masa kekaisaran China wanita tidak di izinkan untuk menolak perjodohan yang telah dibuat oleh keluarganya. Seorang anak perempuan harus mematuhi perintah ayahnya termasuk dalam urusan perkawinan, dan setelah menikah ia mematuhi perkataan suami, seorang wanita juga tidak memiliki hak untuk menceraikan suaminya dan menikah lagi, hal ini sangat bertolak belakang dengan hak yang dimiliki laki-laki yang dapat memiliki istri lebih dari satu orang pada masa kekaisaran China.

Didalam hubungan masyarakat pun wanita China memiliki keterbatasan dalam ruang gerak mereka, baik dalam bidang pendidikan, karir, dan bidang politik. Dengan alasan kurangnya biaya untuk pendidikan seorang wanita, maka wanita dijauhkan dari pendidikan dan menjadikan mereka sebagai pekerja domestik. Pada saat itu mayoritas wanita-wanita China banyak diberlakukan tidak adil, tidak sedikit dari mereka menjadi objek perdagangan manusia, perbudakan, dan praktek prostitusi lainya. Posisi wanita dalam stukrtur sosial dan peran keluarga adalah faktor saling ketergantungan dan tidak terpisahkan, bukan sebagai objek penderita dan meremehkan perannya dalam struktur sosial secara keseluruhan. Bahkan saat pemerintahan Republik China, wanita masih diharapkan untuk tinggal dirumah dan mengurus keluarga.

  Namun setelah melalui proses revolusi dan perang yang terjadi di China, wanita China yang hidup dalam masyarakat yang didominasi laki-laki pun melakukan perlawanan dan perjuangan untuk penyetaraan gender antara laki-laki dan wanita. Tidak hanya dalam hubungan tidak adil antara laki-laki dan perempuan di China, tetapi juga beberapa unsure yang mengatur beberapa aspek dalam kehidupan sosial keluarga, misalnya dalam perkawinan, perkawinan yang seharusnya dilandasi dengan cinta, tjustru menjadi alat keuntungan finansial dan koneksi politik. Pada abad pertengahaan saat ini perjuangan wanita China untuk keadilan penyetaraan gender telah berkembang dengan baik.

Bagaimanakah kehidupan wanita China pada zaman dahulu? Apakah footbinding bentuk status yang murni diinginkan wanita China sendiri? Apa dampak dari perkembangan peyetaraan gender antara laki-laki dan wanita dalam kehidupan masyarakat China saat ini?



Wanita China Zaman Dahulu.

            Pada masa pemerintahan feudal, wanita diminta untuk mematuhi ayahnya sebelum menikah, mematuhi suaminya selama ia menikah, dan mematuhi anak laki-lakinya ketika ia menjadi janda. Dalam hal ini wanita sama sekali tidak memiliki hak suara dalam kehidupanya, bahkan saat memutuskan suatu keputusan yang penting. Pada zaman dulu wanita diharapkan untuk setia, setia dan berpakaian sederhana. Terdapat dua definisi dalam hal, yang pertama adalah jenis malaikat yang mencintai yaitu, wanita yang bersikap penurut, sopan dan polos. Yang kedua adalah jenis pejuang kerja yaitu, wanita yang bersifat keras dalam mempertahankan hidupnya untuk melawan kemiskinan yang dihadapi keluarganya.

 Pada masa itu wanita tidak mendapat kekesempatan untuk memegang kekuasaan, bahkan apabila bila seorang wanita memiliki kedudukan status sosial dan keluarga yang rendah, mereka sama sekali tidak bisa masuk dalam ranah politik dan ekonomi. Salah satu puisi dalam Kitab Puisi menyimpulkan :”Wanita tidak boleh mangambil bagian dalam urusan public, mereka harus mengabdikan diri untuk merawat ulat sutra dan menenun. Dalam ajaran Konfusius pernah dikatakan bahwa, wanita yang baik adalah wanita yang tidak mengenal huruf maka, tidak sedikit wanita China yang merasa menderita dibawah sistem Konfusianisme.

Menurut Konfusius setiap laki-laki dan wanita memiliki peranan dan tanggung jawab masing-masing dalam setiap kejadian yang terjadi dikehidupan, dalam peranan itu wanita memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan laki-laki (ayah, suami, dan anak laki-lakinya). Bagi masyarakat Konfusius wanita menduduki tingkatan dan posisi yang lebih rendah daripada laki-laki, dan pengabdian wanita untuk laki-laki dianggap suatu hal yang paling tepat.

Dalam beberapa tugas wanita dalam melayani keluarga, Konfusius pernah mngatakan bahwa:”Tugas wanita yang terbesar adalah melahirkan anak laki-laki”. Pernyataan ini didukung oleh pernyataan murid Konfusius, Meng Zi yang mengatakan:”Hal yang terburuk dalam tindakan tidak berbakti adalah kegagalan untuk memiliki keturunan”. Kedua pernyataan tersebut kemudian menjadi suatu tekanan bagi seorang wanita yang mengharuska untuk melahirkan anak laki-laki, pada masa itu seorang ibu akan merasa sangat kecewa apabila anak yang dilahirkan olehnya adalah seorang anak perempuan. Dalam sistem keluarga patriakhal, apabila tidak memiliki keturunan laki-laki sebagai penerus marga keluarga maka, habislah turunan atau penerus marga itu.

Dalam kehidupan wanita yang tinggal didaerah pedasaan tidak sedikit dari mereka yang melakukan dua per tiga dari tenaga kerja pertanian, disamping harus mengurus anak-anak mereka, menyediakan minuman, makanan, mencuci, dan mengurus semua pekerjan rumah, meraka juga membantu pekerjaan laki-laki dalam bidang pertanian dimusim panen. Hal ini ini menjadikan peluang bagi wanita yang hidup di pedesaan untuk menghasilkan uang dengan menjual hasil panen mereka dipasar atau jalanan dikota, tanpa harus terus mengerjakan rutinitas pekerjaan rumah


Tradisi Pengikatan Kaki (Foot Binding) dari Sudut Pandang Wanita China.


Dalam kenyataanya pada masa feodal wanita China yang hidup didaerah pedesaan sedikit beruntung daripada wanita dari kalangan keluarga bangsawan. Wanita yang hidup dari kalangan bangsawan harus menerima kenyataan praktek pengikatan kaki (Foot Binding) sejak usia mereka 4-7 tahun. Tradisi pengikatan kaki ini sudah dimulai lebih dari seribu tahun yang lalu yaitu pada masa dinasti Tang (618-907) dan mulai menyebar pada golongan kelas atas pada masa dinasti Song (960-1297), pada masa dinasti Ming (1368-1644) dan dinasti Qing (1644-1911).
 
    Pratek pengikatan kaki adalah tradisi untuk menghentikan pertumbuhan kaki perempuan pada zaman dahulu di China. Awal mula praktek pengikatan kaki ini adalah pada saat seorang selir yang mengikat kakinya, dan terlihat seperti bulan, pada saat ia berjalan terlihat anggun dengan kakinya yang kecil. Kemudian tradisi ini turun-temurun diwariskan kepada setiap anak perempuan terutama keluarga bangsawan dan menengah keatas. Praktek ini juga menjadi salah satu ciri status sosial wanita pada masa itu, semakin kecil kaki wanita yang dikat maka, akan dipandang semakin cantik dan tinggi status sosialnya. Kemudian pengikatan kaki ini menjadi salah satu syarat pernikahan untuk para wanita pada masa itu. Seorang laki-laki yang akan menikahi seorang wanita akan terlebih dahulu melihat contoh sepatu yang disulam sendiri oleh calon mempelai wanita, semakin kecil ukuran sepatu itu maka akan semakin baik. Seorang wanita yang kakinya di ikat akan dinikahkan dengan seorang laki-laki yang berasal dari keluarga menengah keatas, oleh karena itu seorang anak perempuan harus di ikat kakinya untuk mengankat derajat keluarga.

Pengikatan kaki memiliki daya tarik tersendiri bagi laki-laki dikalangan tertentu, ada yang mengatakan semakin kecil kaki seorang wanita maka ia memiliki tingkat sexualitas yang tinggi. Bagi wanita itu sendiri, memiliki kaki kecil adalah suatu hal yang populer dan menjadi suatu trend pada masa itu, selain merasa cantik, anggun dan menunjukkan status sosial mereka yang tinggi setiap wanita pun memiliki rasa persaingan antara wanita lain yang memiliki kaki terkecil, yang menjadi keseharusan seorang wanita yang ingin dinikahi oleh seorang laki-laki yang berasal dari keluarga menengah keatas.

   Penderitaan untuk kecantikan tersebut telah akrab pada kebanyakan wanita zaman feodal, tidak sedikit dampak dari pengikatan kaki tersebut  menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian pada anak perempuan karena infeksi. Meskipun proses pengikatan kaki ini mendapat perhatian yang sangat khusus tapi tidak menutup kemungkinan terjadinya infeksi. Akibat dari praktek pengikatan kaki ini pun, membuat wanita China berjalan tertatih karena kakinya yang kecil tidak kuat menopang tubuhnya. Wanita yang yang melakukan pengikatan kaki tidak dapat melakukan banyak pekerjaan rumah, karena rasa sakit yang diderita apabila mereka terlalu lama berdiri atau berjalan, hal ini memaksa wanita untuk tetap tinggal dirumah.

Pada akhirnya wanita China menyadari bahwa praktek pengikatan kaki ini tidak mendatangkan keuntung bagi mereka, meskipun mereka tidak mengikat kaki mereka, mereka tetap saja harus tinggal dirumah, dan perkawinan mereka tetap saja diatur oleh keluarga. Pada akhirnya yang mereka dapat kan adalah penderitaan dari rasa sakit yang dirasa karena proses menghentikan pertumbuhan kaki tersebut. Pada tahun 1895, komunitas anti-pengikatan kaki mulai terbentik di Shanghai yang kemudian menyebar kekota-kota lain bahkan sampai keluar negeri. Komunitas yang menentang tradisi ini awalnya hanya bangsa  Manchu dan kelompok migran Hakka yang merupakan kelompok yang paling miskin dalam kasta sosial China. Alasan utama mereka menentang tradisi pengikatan kaki ini adalah penderitaan yang dirasakan kaum wanita seumur hidupnya, bahkan tidak sedikit yang mengancam nyawa.

Asal-mula gerakan ini yaitu, dengan membuat daftar orang-orang yang tidak akan mengikat kaki anak perempuan mereka dan tidak akan menikahkan anak laki-laki mereka dengan perempuan yang diikat kakinya sehingga para orang tua tidak perlu khawatir anaknya tidak dapat menikah. Hingga akhirnya pada tahun 1911 melalui Revolusi Sun Yat Sen, tradisi pengikatan kaki benar-benar dilarang dengan dikeluarkannya undang-undang tentang pengikatan kaki (Foot Binding). Sampai pada tahun 1950-an, hanya tinggal beberapa dusun di Yunnan di mana kaum wanitanya masih menerapkan tradisi ini.

 

5 comments:

  1. WhatsApp 085 244 015 689
    Terimakasih banyak AKI karna melalui jalan togel ini saya sekarang sudah bisa melunasi semua hutang2 orang tua saya bahkan saya juga sudah punya warung makan sendiri hi itu semua berkat bantuan AKI JAYA yang telah membarikan angka 4D nya menang 275 jt kepada saya dan ALHAMDULILLAH berhasil,kini saya sangat bangga pada diri saya sendiri karna melalui jalan togel ini saya sudah bisa membahagiakan orang tua saya..jika anda ingin sukses seperti saya hubungi no hp O85-244-015-689 AKI JAYA,angka ritual AKI JAYA meman selalu tepat dan terbukti..silahkan anda buktikan sendiri. 2D 3D 4D 5D 6D



    WhatsApp 085 244 015 689
    Terimakasih banyak AKI karna melalui jalan togel ini saya sekarang sudah bisa melunasi semua hutang2 orang tua saya bahkan saya juga sudah punya warung makan sendiri hi itu semua berkat bantuan AKI JAYA yang telah membarikan angka 4D nya menang 275 jt kepada saya dan ALHAMDULILLAH berhasil,kini saya sangat bangga pada diri saya sendiri karna melalui jalan togel ini saya sudah bisa membahagiakan orang tua saya..jika anda ingin sukses seperti saya hubungi no hp O85-244-015-689 AKI JAYA,angka ritual AKI JAYA meman selalu tepat dan terbukti..silahkan anda buktikan sendiri. 2D 3D 4D 5D 6D



    WhatsApp 085 244 015 689
    Terimakasih banyak AKI karna melalui jalan togel ini saya sekarang sudah bisa melunasi semua hutang2 orang tua saya bahkan saya juga sudah punya warung makan sendiri hi itu semua berkat bantuan AKI JAYA yang telah membarikan angka 4D nya menang 275 jt kepada saya dan ALHAMDULILLAH berhasil,kini saya sangat bangga pada diri saya sendiri karna melalui jalan togel ini saya sudah bisa membahagiakan orang tua saya..jika anda ingin sukses seperti saya hubungi no hp O85-244-015-689 AKI JAYA,angka ritual AKI JAYA meman selalu tepat dan terbukti..silahkan anda buktikan sendiri. 2D 3D 4D 5D 6D



    ReplyDelete
  2. artikel yang menarik..good job..,, ...bagi yg cari wayng koleksi, wayang tropy, souvenir kipas kulit hubungi saya ya, jual wayang kulit..
    Miniaturpagelaran wayang kulit |jual wayang kulit murah | Jual wayang kulit| souvenir kipas

    ReplyDelete
  3. artikel yang menarik..good job..Tq infonya gan,, ...bagi yg cari souvenir payung promosi hubungi saya ya, jual payung promosi, payung souvenir...sorry gan ane nitip jual payung ..
    payung promosi
    | payung souvenir |
    Pabrik souvenir Payung promosi|
    Payung Impor

    ReplyDelete