22.4.13

Against Racism

  No comments    
categories: ,
Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, suku, bahasa dan gugusan pulaunya yang terbentang dari sabang sampai merauke. Tidak sedikit dari bangsa kita yang meyakini karakteristik keturunan yang dibawa sejak lahir dapat menentukan prilaku individu, namun tahukah bagi kita sebagai bangsa Indonesia bahwa keyakinan ini mendorong kita kedalam sifat yang berbau "Rasisme".

Rasisme sendiri dapat diartikan sebagai bentuk sikap kepercayaan atau kebanggaan dari setiap individu atau kelompok yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan biologis yang melekat pada setiap ras manusia dan menentukan pencapaian budaya- suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk menentukan ras yang lain. Ada makna lain pula mengenai istilah Rasisme yang sering digunakan oleh beberapa penulis misalnya saja ketakutan terhadap orang asing (Xenofobia), penolakan terhadap hubungan antar ras (miscegenation),dan generalisasi terhadap suatu kelompok orang tertentu (stereotipe). Istilah Rasis sendiri pertama kali digunakan pada tahun 1930-an, istilah ini muncul untuk menggambarkan "teori-teori rasis" yang dipakai oleh orang-orang Nazi yang membantai bangsa Yahudi dengan skala besar yang berujung pada perang dunia ke II.

Hal tersebut tidak menutup kemungkinan bagi bangsa Indonesia. Indonesia kaya akan keanekaragaman hayatinya dengan berbagai suku, ras, etnis didalamnya, sifat rasisme mudah saja ditemukan dalam kelompok masyarakat kita saat ini. Bentuk ucapan guyonan atau senda gurau melalui media sosial saja sudah merupakan salah bentuk rasis yang dilakukan oleh masyarakat kita. lalu, apakah masyarakat kita sadar rasisme ini akan merusak keharmonisan bangsa kita?
Sifat-sifat yang berbau disintergarsi sosial ini dapat dengan mudah menghancurkan negara kita yang memiliki masyarakat yang majemuk.

Isu-isu rasis ini pun kemudian berkembang tidak hanya memiliki sifat kebanggaan terhadap ras, tetapi juga suku,agama dan antar golongan yang biasa kita singkat menjadi SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan)

Akhir-akhir ini banyak sekali kasus yang entah disengaja atau tidak sering sekali mengucapkan pernyataan pernyataan yang mengandung SARA. Contohnya mudah saja, akhir-akhir ini saya baru saja mendengar ada suku A yang menyatakan bahwa sukunya menduduki sebagian besar wilayah Indonesia, lalu ada pula dari Suku B yang menyatakan kalau kelompok dan hukum adatnya sudah bertindak tidak ada satu hukum Indonesia pun yang mampu menghentikannya. Coba kita telaah, cerna dan cermati. Apa seperti ini sikap kita sebagai bangsa dan masyarakat Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayatinya?

Berdasarkan kasus tersebut, para pendahulu kita pasti telah memikirkan mengapa motto atau semboyan negara kita adalah "Bhineka Tunggal Ika" yang berarti " berbeda-beda (suku, ras,agama,budaya dan antar golongan) tetapi tetap satu".
Saya sendiri tidak bangga dipanggil terlahir dari keturunan A atau berasal dari suku B, tapi saya bangga sebagai bangsa Indonesia.

Dalam upaya menghapuskan diskriminasi Ras dan Etnis, pemerintahan RI telah membentuk UU yang tercantum dalam UU No.40 tahun 2008. download UU No 40 '08
Sesuai yang tercantum dalam Pancasila, sila ke-5 "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia" maka teriakan!!! AGAINST RACISM!!!!!!


0 komentar:

Post a Comment