16.4.13

women leader

  No comments    
categories: 
kepemimpinan yang dikuasai oleh seorang wanita pada akhirnya melahirkan opini-opini publik. banyak sekali anggapan bahwa wanita tak layak menjadi pemimpin. tidak sedikit orang menghubungkan masalah ini kedalam ajaran agama, bahwa jika wanita memimpin hanya membawa kemudhorotan. dalam sejarah panjang budaya hidup manusia pun, memang seorang pria lah yang banyak menjadi pemimpin, dan hanya sedikit wanita yang mampu membagi tugas  dalam perannya terhadap keluarga maupun karir. 

hal lain kemudian dihubungkan dengan beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa "pria lebih berlogika, wanita lebih berperasaan". penelitian tersebut mengacu kepada sistem kerja otak manusia yang menerangkan tentang cara berpikir pria dan wanita dalam bertindak, pria lebih banyak menggunakan "grey matter" yang berfungsi sebagai pusat pengalisis informasi, sedangkan wanita lebih banyak menggunakan "white matter" yang berfungsi untuk menghubungkan pusat-pusat informasi/analisis.  ditemukan pula 4x kecenderungan wanita menggunakan lobus hemisfer kanan dalam berfikir dibandingkan pria ( teknik neuroimaging, Richard Haier, The University of California dan beberapa koleganya dari University of New Mexico). 

menurut Dr Herbert, "secara sederhana kita dapat memastikan bahwa memimpin tentu membutuhkan kognitif atau logika untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang ada, baik dalam pemerintahan, dunia pekerjaan termasuk bisnis, sampai ke rumah tangga sekalipun". menurut saya masalah kepemimpinan tidak terkait dalam masalah budaya dan agama. seorang pemimpin dapat dikatakan pemimpin apa bila ia memenuhi nilai intelektulitas dan kapabilitas tanpa melihat gender.

perkembangan zaman emansipasi antara pria dan wanita saat ini semakin menunjukkan perubahan yang signifikan. Wanita zaman sekarang mulai mendapatkan pengakuan dalam bidang politik bahkan tidak sedikit diantaranya yang mampu memimpin negerinya. Misalnya saja Golda Meir, Indira Gandhi dan Margaret Thatcher. Mereka adalah 3 tokoh wanita yang membawa negerinya berperang dengan negara lain. 3 tokoh wanita ini menjadi suatu pembuktian dalam perkembangan emansipasi didunia barat maupun timur. Lalu, siapakah mereka?

# Golda  Meir
 wanita yang dilahirkan pada tanggal 8 Mei 1898 ini bernama lengkap Golda Mabovitch, ia dilahirkan di Kiev, Rusia.Golda dan keluarganya kemudian emigrasi ke Amerika Serikat tahun 1906. Masa muda Golda sudah dipenuhi dengan kegiatan gerakan pemuda, ia dan gerakan pemudanya adalah kelompok yang membela Zionisme sosialis. Setelah lulus dari Milwaukee State Normal School ia resmi bergabung dengan organisasi buruh Zionis pada tahun  1915. Setelah menikah dengan Morris, pasangan ini pun emigrasi ke tanah Palestina. Tidak lama di Palestina, Golda mewakili federasi kaum buruh untuk wilayah Histadrut dan terpilih sebagai sekretaris dewan buruh wanita. Saat itu histadrut adalah sebuah pemerintahan bayangan untuk terbentuknya Israel.

Pada tanggal 14 Mei 1948, Golda adalah salah satu dari 24 orang yang menandatangani "Deklarasai Pembentukan Negara Israel". Dari tahun 1948-1956 Golda menjadi Menteri Perburuhan Israel, yang kemudian menjadi Menteri Luar Negeri dibawah Perdana Menteri David Ben-Gurion tahun 1956. pada saat inilah Golda kemudian meng-ibranikan namanya, Golda memilih nama "Meir" yang berarti bersinar. Sejak  saat itu ia dikenal sebagai Golda Meir. Pada tahun 1969 Golda Meir terpilih untuk menjadi Perdana Menteri Israel, pada masa ini lah ia memipin negaranya untuk  berperang melawan negara lain (Suriah, Mesir dan Libya) dalam "Perang Yom Kippur" tahun 1973. Sebutan bagi Golda Meir atas sikapnya ini adalah "iron lady".






# Indira Gandhi
Indira Priyadarshini Gandhi, lahir di Alahabad, India pada tanggal 19 November 1917.Indira adalah anak dari Perdana Menteri pertama India, Jawaharlal Nehru. Nama belakang Gandhi ia dapatkan setelah menikah dengan Feroza Gandhi. Indira gandhi mengawali karir nya dibidang politik sejak tahun 1959, ia terpilih sebagai presiden Dewan Eksekutif Partai Kongres, kemudian pada tahun 1966 ia terpilih menjadi Perdana Menteri India. Pada masa ia menjabat sebagai Perdana Menteri India banyak perubahan yang telah dibawa oleh Indira Gandhi, salah satu contohnya adalah "Revolusi Hijau" yang bertujuan untuk mengurangi jumlah kemiskinan dan kelaparan di India.

Indira Gandhi adalah salah satu pendukung Pakistan Timur yang ingin memerdekakan dirinya dari Pakistan barat (saat ini disebut pakistan) dalam kasus perpecahan Pakistan Timur. Akibat tindakan Indira gandhi tersebut banyak warga Pakistan Timur yang mengungsi ke wilayah India untuk mendapatkan perlindungan, sikap India yang menampung jutaan pengungsi tersebut membuat Pakistan marah, sehingga Pakistan melakukan penyerangan udara ke pangkalan militer India. Serangan Pakistan tersebut adalah suatu bentuk pernyataan perang, Indira Gandhi pun kemudian mengumumkan pernyataan perang melawan Pakistan. Perang yang berlangsung selama 14 hari tersebut dimenangkan oleh India, hasil dari perang tersebut adalah lahirnya negara Bangladesh yang awalnya merupakan bagian dari Pakistan Timur.



#Margaret Thatcher
Margaret Hilda Thatcher dilahirkan di Grantham, Lincolnshire, Inggris pada tanggal 13 Oktober 1925. ia adalah wanita pertama yang menjabat sebagai perdana menteri Inggris dengan masa jabatan terpanjang yaitu dari tahun 1979-1991. Nama Thatcher ia dapat setelah menikah dengan Denis Thatcher. Selama ia menjabat sebagai Perdana menteri Inggris, Margaret sangat menentang dengan adanya kaum Komunis, oleh karena ia mendapat julukan sebagai "iron lady" setelah Golda Meir. Julukan tersebut pertama kali dinyatakan oleh media Rusia.  


Ketertarikan Margaret Thatcher terhadap dunia politik ternyata sudah ada sejak ia masih dibangku kuliah. Setelah lulus, ia kemudian bergabung dalam sebuah organisasi konservatif lokal. Pada tahun 1951 Margaret terpilih menjadi anggota Parta Konservatif. Partai Konservatif kemudian memenangkan pemilu pada tahun 1979, yang memilih Margaret Thatcher sebagai Perdana Menteri Inggris. Selama ia menjabat sebagai Pedana Menteri ia menerapkan kebijakan-kebijakan konservatif yang kemudian dikenal dengan sebutan "Thatcherisme". Pada tahun 1982 Perang dipulau Falkland pun pecah. Perang ini disebabkan karena Argentina melakukan Invasi ke pulau tersebut. Inggris pun tidak tinggal diam, pihak Inggris mengumpulkan kekuatan militernya kemudian melancarkan perang yang berlangsung selama 2 bulan tersebut (2 April 1982-24 Juni1982). perang tersebut dimenangkan oleh pihak Inggris, dengan mundurnya armada militer Argentina.





0 komentar:

Post a Comment